Penutupan Jalan Datuk Seribu Garang oleh Universitas Pahlawan Tuai Protes Warga

Redaksi - Kampar

KAMPAR (SN) – Penutupan Jalan Datuk Seribu Garang, Bangkinang, yang diduga dilakukan oleh Universitas Pahlawan untuk kepentingan penyelenggaraan sebuah kegiatan menuai protes dari masyarakat. Warga menilai penutupan jalan tersebut mengganggu aktivitas pengguna jalan karena ruas itu merupakan salah satu akses utama yang setiap hari dilalui masyarakat, Sabtu (01/08/2026). 

Sejumlah warga mengaku kecewa karena jalan umum ditutup, sementara menurut mereka area di dalam lingkungan kampus masih cukup luas untuk dijadikan lokasi penyelenggaraan acara tanpa harus mengorbankan akses jalan publik.

"Jalan Datuk Seribu Garang adalah urat nadi masyarakat Kampar. Kalau kita sumbat, bagaimana masyarakat bisa beraktivitas? Pendidikan tinggi seharusnya melahirkan solusi, bukan menciptakan masalah baru," ujar salah seorang warga.

Keluhan juga datang dari para orang tua yang setiap hari mengantar anak ke sekolah. Mereka mengaku harus memutar lebih jauh akibat penutupan jalan tersebut.

"Yang kami tanggung sekarang saat mengantar anak sekolah ke Lukmanul Hakim harus belok jauh ke Jalan Lingkar. Tidak ada pula pemberitahuan atau peringatan di Simpang Ridan, jadi begitu sampai lokasi baru tahu jalan ditutup dan akhirnya harus memutar jauh. Orang tua jadi repot semua," ungkap salah seorang pengguna jalan.

Warga menegaskan mereka tidak mempermasalahkan kegiatan yang diselenggarakan pihak kampus. Namun, mereka berharap penyelenggara juga mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas yang menggunakan jalan tersebut.

"Kami menghargai acaranya. Tapi mohon juga hargai hak pengguna jalan umum, para pengendara, dan warga sekitar. Jangan sampai kegiatan yang bersifat sementara justru menghambat mobilitas masyarakat," tambahnya.

Masyarakat berharap ke depan setiap penyelenggaraan kegiatan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dapat direncanakan dengan lebih baik. Mereka juga meminta adanya koordinasi dengan pihak terkait serta pemasangan pemberitahuan di titik-titik strategis sebelum lokasi penutupan, sehingga pengguna jalan dapat memilih jalur alternatif tanpa harus memutar jauh. Selain itu, warga menilai area yang tersedia di dalam lingkungan kampus seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila masih memungkinkan, sehingga akses jalan umum tetap dapat digunakan oleh masyarakat.(ilh)