Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing Gelar Syukuran Usai Pengecoran Lantai II Balai Adat
Redaksi - Kampar
Minggu, 24 Mei 2026 21:18 WIB
KUOK (SN) — Pembangunan Balai Adat Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing, Kenegerian Kuok, Kecamatan Kuok, terus menunjukkan progres positif. Pada Minggu (24/5/2026), pengerjaan pengecoran lantai dua balai adat tersebut resmi rampung menggunakan material ready mix yang didatangkan dari Pekanbaru.
Pembangunan balai adat ini dilaksanakan secara gotong royong dan swadaya oleh anak kemenakan Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian adat dan budaya daerah.
Atas selesainya pengecoran lantai II tersebut, Kepala Persukuan Melayu Damanhuri Datuok Majolelo menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan balai adat tersebut.
“Atas nama persukuan dan anak kemenakan Melayu Datuok Majolelo, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan material, tenaga, pemikiran, maupun dukungan dana sehingga pembangunan balai adat ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Damanhuri.
Ia menilai, progres pembangunan yang cukup cepat merupakan hasil dari semangat persatuan dan kekompakan seluruh anak kemenakan serta masyarakat yang terlibat.
“Ini semua berkat kerja sama, kepedulian, dan semangat gotong royong kita bersama. Dengan kebersamaan, kita dapat membangun balai adat yang megah dan menjadi kebanggaan bersama,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir perangkat adat Persukuan Melayu Datuok Majolelo, di antaranya Malin Amir Husin, Cerdik Pandai Abu Bakar, Gheno Nulis, Sighompu (Bundo Kanduong) Safniati, Panglimo Syafri, Kepala Desa Kuok Khairisman SE, Kepala Desa Persiapan Pulau Belimbing Dodi Osman, serta ratusan anak kemenakan, sumondo, bisan, dan tamu undangan lainnya.
Sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan juga dirangkai dengan acara syukuran dan silaturahmi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dalam kesempatan itu dilakukan pemotongan dua ekor kambing yang diniatkan untuk akikah.
“Kami berharap, dengan niat yang tulus dan mengharapkan ridho Allah SWT, pembangunan Balai Adat ini dapat terus berjalan hingga selesai,” tutup Damanhuri Datuok Majolelo.
Sementara itu, Kepala Desa Kuok Khairisman SE mengaku bangga atas kekompakan Persukuan Melayu dalam membangun balai adat tersebut.
“Pemerintah desa tentu sangat mendukung dan mengapresiasi semangat Persukuan Melayu dalam melestarikan adat dan budaya melalui pembangunan balai adat ini. Ini menjadi contoh kebersamaan dalam membangun daerah,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pembangunan, Khairul, mengatakan pembangunan balai adat tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari anak kemenakan, sumondo, dunsanak, hingga masyarakat lintas suku yang memiliki perhatian terhadap pembangunan balai adat.
Menurutnya, proses pembangunan masih akan terus berlanjut karena masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan.
“Kami masih akan terus melakukan penggalangan dana untuk melanjutkan pembangunan, seperti pengerjaan ruang atas, atap, pemasangan keramik lantai, rumah transit, hingga toilet,” pungkas Khairul.(ilh)