RSUD Bangkinang Pastikan Pelayanan Tetap Normal Meski Tunda Bayar Obat Capai Rp18 Miliar
Redaksi - Kampar
Selasa, 12 Mei 2026 21:09 WIB
KAMPAR (SN) — Direktur RSUD Bangkinang, dr. Imawan, memastikan pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat di rumah sakit tersebut hingga kini masih berjalan normal meski terdapat tunda bayar pengadaan obat yang diperkirakan mencapai sekitar Rp18 miliar.
Penegasan itu disampaikan dr. Imawan menanggapi rencana hearing yang akan digelar Komisi II DPRD Kampar bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD Bangkinang pada Senin mendatang terkait persoalan tunggakan pembayaran obat.
“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada pengaruh terhadap pelayanan maupun ketersediaan obat,” ujar dr. Imawan saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, angka tunda bayar tersebut masih dalam proses verifikasi dan review oleh Inspektorat sehingga nominalnya dapat berubah. Namun, nilainya diperkirakan berada di kisaran Rp18 miliar.
“Masih diverifikasi dan direview oleh Inspektorat. Nilainya kurang lebih sekitar itu,” katanya.
Menurutnya, distribusi obat dari pihak penyedia sejauh ini masih berjalan lancar karena RSUD Bangkinang tetap melakukan pembayaran secara bertahap. Kondisi itu membuat pelayanan kepada pasien belum terdampak.
“Selama pembayaran tetap berjalan, distribusi obat masih aman. Sampai sekarang belum ada kendala,” jelasnya.
Manajemen RSUD Bangkinang, lanjut dia, terus berupaya menyelesaikan kewajiban pembayaran melalui pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara bertahap.
“Kami melunasi perlahan sesuai kemampuan pendapatan rumah sakit,” ucapnya.
Di sisi lain, pihak rumah sakit saat ini juga memprioritaskan pembayaran kewajiban tahun 2026 sambil menunggu hasil review Inspektorat terkait tunggakan sebelumnya.
“Kami mendahulukan pembayaran tahun 2026 sembari menunggu hasil review Inspektorat,” tambahnya.
Selain persoalan tunda bayar obat, dr. Imawan juga mengungkapkan masih adanya piutang lama dari program jaminan kesehatan daerah sebesar sekitar Rp6,1 miliar. Piutang tersebut merupakan sisa kewajiban sebelum diberlakukannya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Dulu sempat dicicil, sekarang sisanya sekitar Rp6,1 miliar,” terangnya.
Meski menghadapi sejumlah persoalan keuangan, pihak RSUD Bangkinang memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Yang jelas, untuk pelayanan dan ketersediaan obat sampai saat ini masih aman dan bisa kami tangani,” tegas dr. Imawan.(ilh)