Syarul Aidi Kritik Riverside Bangkinang Sepi, Tata Letak dan Akses Dinilai Gagal Tarik Pengunjung

Redaksi - Kampar

BANGKINANG (SN) – Anggota DPR RI, Syarul Aidi Maazat, menyoroti kondisi kawasan kuliner Riverside Bangkinang Kota yang dinilainya masih sepi pengunjung. Saat melakukan kunjungan untuk kedua kalinya ke lokasi tersebut, ia mengaku prihatin setelah mendengar langsung keluhan para pedagang mengenai minimnya pembeli.

Menurut Syarul, dari pengamatannya selama berada di Riverside, jumlah pengunjung yang datang untuk menikmati kuliner masih sangat sedikit. Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh tata letak kawasan yang kurang mendukung serta akses masuk yang belum optimal.

"Saya ini untuk kedua kalinya datang ke sini. Pengamatan saya memang tidak banyak yang datang untuk makan atau mencicipi kuliner di sini. Tata letaknya kurang pas, kemudian akses masuknya juga menjadi salah satu kendala," ujarnya, Selasa (28/07/2026). 

Selain itu, Syarul mengaku menerima berbagai keluhan dari para pedagang. Bahkan, ada pedagang yang mengaku pernah tidak mendapatkan satu pun pembeli dalam satu hingga dua malam, namun tetap diwajibkan membayar biaya sewa kepada pengelola.

"Ini yang perlu menjadi perhatian. Pedagang mengeluh pernah satu atau dua malam tidak ada pembeli sama sekali, tetapi tetap diminta membayar sewa. Pengelola harus melihat persoalan ini lebih dalam," katanya.

Ia menegaskan bahwa Riverside merupakan fasilitas milik pemerintah yang dibangun menggunakan dana publik. Karena itu, meskipun pengelola berbentuk BUMD yang memiliki orientasi bisnis, menurutnya aspek sosial harus menjadi prioritas.

"Walaupun BUMD arahnya mencari keuntungan, dimensi sosialnya harus lebih besar karena ini bukan milik pribadi. Ini aset pemerintah yang harus memberi manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Sebagai solusi, Syarul mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Kampar secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan di Riverside untuk menarik minat masyarakat datang. Salah satunya dengan membangun panggung permanen yang dilengkapi sistem suara untuk menampilkan kreativitas generasi muda.

Ia mengusulkan agar setiap malam Sabtu atau malam Minggu diisi dengan penampilan siswa sekolah, kelompok seni, organisasi pelajar, maupun komunitas kreatif.

"Sediakan panggung dan sound system. Berikan kesempatan kepada anak-anak sekolah, OSIS, kelompok seni, dan komunitas kreatif untuk tampil setiap pekan. Kalau ada kegiatan seperti itu, masyarakat akan datang, kemudian mereka makan dan berbelanja di sini," ujarnya.

Syarul bahkan menyatakan kesiapannya untuk ikut berpartisipasi dalam mendukung penyediaan fasilitas tersebut apabila diperlukan.

Menurutnya, tanpa adanya kegiatan yang berlangsung secara berkesinambungan, Riverside akan sulit berkembang sebagai pusat kuliner dan ruang publik.

"Event itu harus terus-menerus. Jangan hanya sesekali. Pemerintah harus memikirkan bagaimana kawasan ini hidup, sehingga para pedagang bisa mendapatkan penghasilan dan ekonomi masyarakat ikut bergerak," pungkasnya.(ilh)