Diduga Emosi di SPBU, Oknum Sekdes Tambusai Utara Disorot Usai Persoalan Takaran BBM

Redaksi - Rokan Hulu

TAMBUSAI UTARA, ROKAN HULU — Perilaku oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Tambusai Utara, Abdul Mutalib, menjadi sorotan setelah terjadi kegaduhan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Rantau Kasai, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Sabtu (15/08/2026).

Peristiwa tersebut diduga bermula dari ketidakpuasan terhadap jumlah liter bahan bakar minyak (BBM) yang diterima setelah melakukan transaksi. Abdul Mutalib diduga mempertanyakan jumlah BBM yang keluar karena dinilai tidak sesuai dengan nominal pembayaran.

Persoalan tersebut kemudian disebut memicu emosi hingga terjadi kegaduhan di area SPBU. Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, Abdul Mutalib diduga sempat meninju bagian meteran atau mesin pengukur BBM.

Aksi tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berada di lokasi, mengingat kejadian berlangsung di fasilitas pelayanan publik.

Persoalan Berakhir Damai

Pihak SPBU saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai antara kedua belah pihak.

Dengan adanya perdamaian, persoalan yang terjadi disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kendati demikian, peristiwa tersebut tetap menjadi perhatian karena melibatkan seorang aparatur pemerintahan desa.

Apabila terdapat ketidaksesuaian antara nominal pembayaran dan jumlah liter BBM yang diterima, persoalan semestinya dapat disampaikan kepada petugas SPBU melalui komunikasi yang baik maupun mekanisme pengaduan yang tersedia.

Aparatur Desa Dituntut Jadi Teladan

Sebagai aparatur pemerintahan desa, seorang sekretaris desa tidak hanya memiliki tugas dalam urusan administrasi pemerintahan. Jabatan tersebut juga melekat dengan tanggung jawab moral untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Karena itu, setiap persoalan yang terjadi di ruang publik idealnya diselesaikan secara tenang dan mengedepankan komunikasi, terlebih ketika menyangkut pelayanan kepada masyarakat.

Perdamaian antara pihak-pihak yang terlibat tentu menjadi langkah positif. Namun, kejadian tersebut juga menjadi pengingat bahwa sikap dan perilaku aparatur desa turut menjadi perhatian publik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan langsung dari Abdul Mutalib terkait dugaan tindakan tersebut. Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan mengenai kronologi maupun duduk perkara sebenarnya.

Pemberitaan ini menempatkan tindakan yang disebutkan sebagai dugaan. Kebenaran mengenai kronologi dan detail kejadian tetap mengacu pada keterangan para pihak serta fakta yang dapat diverifikasi.(Tim)