Enam Titik Pasar Murah di Kampar, Disdagkop UMKM Sediakan Sembako Harga Terjangkau Selama Ramadhan
Redaksi - Kampar
Rabu, 04 Mar 2026 12:25 WIB
KAMPAR (SN) – Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kampar kembali menggelar operasi pasar atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai pasar murah. Tahun ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di enam titik dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran, Rabu (04/03/2026).
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kampar, Abdul Haris, menjelaskan pelaksanaan operasi pasar dibagi dalam tiga tahap, yakni sebelum Ramadan, saat Ramadan, dan menjelang Idulfitri.
“Tahun ini ada enam titik karena keterbatasan anggaran. Sebelum Ramadan sudah kita laksanakan satu kali. Dalam bulan Ramadan ini dijadwalkan dua lokasi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, operasi pasar pertama pada Ramadan telah digelar di Desa Lereng, Kecamatan Kuok. Selanjutnya, kegiatan akan dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret, di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar.
Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP, beras premium (beras bomb), minyak goreng, gula, telur, bawang merah, bawang putih, serta cabai merah.
Untuk komoditas beras, pihaknya bekerja sama dengan Perum Bulog. Sementara itu, bawang dan cabai diperoleh dari agen besar dengan harga yang disesuaikan agar lebih rendah atau minimal sama dengan harga agen.
“Harga minyak goreng Rp15 ribu per liter. Beras SPHP Rp60 ribu per 5 kilogram. Untuk cabai, kalau dari agen harganya Rp40 ribu, ya kita jual Rp40 ribu. Kita menyesuaikan dengan harga dari agen,” jelas Haris.
Menurutnya, tujuan utama operasi pasar ada dua, yakni menekan inflasi serta membantu meningkatkan daya beli masyarakat, terutama menjelang dan selama Ramadan ketika kebutuhan bahan pokok cenderung meningkat.
“Operasi pasar ini untuk menekan inflasi dan membantu masyarakat agar daya beli terhadap kebutuhan pokok tetap terjangkau, apalagi menjelang bulan suci Ramadan dan hari besar keagamaan,” katanya.
Ia menambahkan, penentuan lokasi operasi pasar juga mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Pihaknya berkoordinasi dengan camat dan kepala desa setempat agar distribusi komoditas tepat sasaran dan sesuai dengan minat masyarakat.
“Kita koordinasi dulu dengan pihak kecamatan dan desa, melihat pengalaman tahun sebelumnya. Di daerah tertentu, beras SPHP lebih diminati, jadi kita sesuaikan jumlahnya agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan stok,” tegasnya.(ilh)