Harga Bahan Pokok di Pasar Bangkinang Mulai Naik Jelang Lebaran, Disdag Pastikan Masih Stabil

Redaksi - Kampar

BANGKINANG (SN) – Memasuki hari ke-13 hingga ke-14 Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok dan bumbu dapur di Pasar Impres Bangkinang dan sekitarnya terpantau mengalami kenaikan. Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum signifikan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kampar melalui Kepala Bidang Perdagangan, Rinaldi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, beberapa komoditas bahan pokok memang menunjukkan tren kenaikan harga.

“Untuk sementara, berdasarkan pantauan kami di pasar, harga cenderung naik. Namun kenaikannya tidak signifikan dan masih dalam batas toleransi atau kategori normal baru,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Rinaldi menjelaskan, kenaikan harga terutama terjadi pada sejumlah bumbu dapur dan daging. Harga daging sapi misalnya, sempat naik dari Rp130 ribu per kilogram menjadi Rp180 ribu per kilogram. Namun saat ini harga tersebut mulai berangsur turun dan stabil di kisaran Rp140 ribu per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Untuk menekan potensi lonjakan harga yang lebih tinggi, Dinas Perdagangan melalui bidang pasar dan perdagangan rutin menggelar operasi pasar. Langkah ini dilakukan guna menjaga ketersediaan barang serta mencegah kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga.

“Operasi pasar kami lakukan untuk menjaga kestabilan harga. Selain itu, kami juga rutin melakukan pemantauan harga setiap pekannya, khususnya setiap hari Senin, dengan titik pemantauan di Pasar Impres Bangkinang,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk stok dan pasokan bahan pokok saat ini masih dalam kondisi aman. Dinas Perdagangan juga bekerja sama dengan Bulog sebagai mitra penyedia bahan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, dan gula.

“Stok komoditas tersebut masih tersedia. Kami juga mengimbau para pelaku pasar agar tidak menaikkan harga secara berlebihan menjelang Hari Raya Idulfitri,” imbaunya.

Rinaldi menambahkan, Bulog juga membuka peluang kerja sama dengan pedagang pasar dalam distribusi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula agar harga tetap terjangkau tanpa merugikan pedagang maupun konsumen.

“Dengan langkah tersebut, diharapkan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya menjelang Lebaran,” pungkasnya.(ilh)