Jelang HUT Kampar ke-76, Kades Lubuk Agung Apresiasi Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi oleh Kepolisian

Redaksi - Kampar

KAMPAR (SN) — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kampar ke-76, masyarakat Desa Lubuk Agung, Kecamatan XIII Koto Kampar, mulai merasakan kelegaan. Jembatan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan parah dan menjadi satu-satunya akses penghubung antara Desa Lubuk Agung dan Desa Ranah Sungkai kini mulai dibangun berkat kepedulian Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan, S., meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun I Desa Lubuk Agung, Rabu (4/2/2026).

Sekitar pukul 16.30 WIB, Kapolres Kampar bersama Wakapolres serta Pejabat Utama (PJU) Polres Kampar tiba di lokasi pembangunan. Rombongan disambut oleh Kepala Desa Lubuk Agung, personel Satgas Darurat pembangunan jembatan, para pekerja, serta masyarakat setempat.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres melihat langsung tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung, mulai dari pengecoran tiang jembatan, penggalian dan pelebaran jalan menggunakan alat berat excavator milik PT Lutvindo, pemasangan papan mal coran, hingga pengelasan besi IWF pada tiang jembatan sebagai bantalan.

AKBP Boby Putra Ramadhan mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan wujud sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

“Jembatan ini diharapkan segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses ekonomi dan sosial. Polres Kampar akan terus memantau serta mendukung proses pembangunannya,” ujar Boby.

Ia menambahkan, jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar desa, tetapi juga menjadi simbol harapan dan kemajuan bagi masyarakat di wilayah XIII Koto Kampar.

“Dengan adanya jembatan ini, kualitas hidup masyarakat diharapkan meningkat dan percepatan pembangunan wilayah dapat terwujud,” tambahnya.

Selain meninjau progres pekerjaan, Kapolres Kampar juga berdialog dengan para pekerja dan warga setempat untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan motivasi agar pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.

Saat ini, Satgas Darurat pembangunan jembatan bersama masyarakat terus menggesa penyelesaian pekerjaan. Progres pembangunan akan dilaporkan secara berkala hingga jembatan dapat digunakan untuk menunjang aktivitas dan perekonomian warga Desa Lubuk Agung dan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Agung, Heriyanto, menyampaikan bahwa progres pembangunan jembatan saat ini telah mencapai hampir 50 persen. Pengerjaan telah berlangsung sekitar satu minggu dan dilaksanakan langsung di lokasi oleh tim pelaksana.

“Atas nama Pemerintah Desa Lubuk Agung dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Kapolda Riau beserta jajaran atas bantuan dan program pembangunan jembatan ini, serta kepada Kapolres Kampar dan jajaran yang turut meninjau dan mengawasi langsung pembangunan,” ucap Heriyanto.

Dengan dibangunnya jembatan permanen ini, masyarakat merasa sangat terbantu dan lebih tenang. Sebelumnya, kondisi jembatan yang rusak parah sangat menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Kini jembatan dibangun secara permanen menggunakan konstruksi rangka besi dari nol hingga selesai. Kami berharap pembangunan ini dapat rampung menjelang bulan suci Ramadan dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya.