Kisah Yogi, Pemuda Bangkinang yang Tulus Berbakti Membantu Ibu Cari Nafkah
Redaksi - Kampar
Minggu, 28 Des 2025 12:12 WIB
BANGKINANG (SN) — Saat sebagian besar anak muda seusianya masih terlelap di waktu subuh, Yogi justru sudah sibuk di dapur dan lapak sederhana di Jalan DI Panjaitan, Bangkinang. Pemuda lajang ini setiap hari setia membantu ibunya, Ibu Mintuo, berjualan sarapan pagi dengan merek dagang “Sarapan Pagi Pondok Uni Eti.”
Sejak dini hari, Yogi terlibat penuh dalam aktivitas berjualan. Mulai dari menyiapkan bahan, mengangkat beras, menyusun meja dagangan, hingga melayani pembeli ia lakukan dengan cekatan dan penuh kesabaran. Meski harus bangun sebelum matahari terbit, Yogi menjalani rutinitas tersebut tanpa keluhan.
“Saya cuma ingin ibu tidak bekerja sendirian,” ujar Yogi lirih sambil tetap melayani pembeli.
Bagi Yogi, membantu sang ibu bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk bakti seorang anak. Ia memahami betul perjuangan Ibu Mintuo yang selama ini mengandalkan usaha sarapan pagi sebagai sumber penghidupan keluarga. Meski penghasilan tak menentu, Yogi tetap setia mendampingi dan menjadi sandaran ibunya.
Ibu Mintuo pun mengaku sangat terbantu dengan kehadiran putranya. Di usianya yang tak lagi muda, dukungan Yogi menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Kalau ada Yogi, capek terasa ringan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Warga sekitar mengenal Yogi sebagai pemuda yang rendah hati dan bertanggung jawab. Tak sedikit pembeli yang datang bukan hanya untuk menikmati sarapan, tetapi juga karena terharu melihat kebersamaan ibu dan anak tersebut. Kehadiran Yogi membuat lapak kecil itu terasa hangat dan penuh makna.
Di tengah tantangan ekonomi yang kian berat, kisah Yogi menjadi potret nyata tentang arti tanggung jawab dan kasih sayang seorang anak kepada ibunya. Tanpa sorotan dan pujian, Yogi menjalani perannya dengan tulus, membuktikan bahwa perjuangan seorang ibu akan selalu menemukan kekuatan pada anak yang berbakti.(ilh)