Manasik Haji Tingkat Kabupaten Kampar 1447 H/2026 M Resmi Digelar

Redaksi - Kampar

Bangkinang Kota (SN) – Menjelang pelaksanaan musim haji, berbagai persiapan terus dimatangkan. Salah satunya melalui kegiatan manasik haji tingkat Kabupaten Kampar tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang resmi digelar pada Selasa (14/4/2026) di Masjid Al-Ihsan, Markaz Islami Kabupaten Kampar.

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi ratusan jemaah calon haji (JCH) sebagai bekal sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Manasik akbar tersebut dihadiri oleh Bupati Kampar yang diwakili Asisten II Setdakab Kampar Tengku Said Hidayat, S.STP., M.IP., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar H. Dirhamsyah, S.Ag., M.Sy., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Dr. H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd., para petugas kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), panitia, serta seluruh JCH Kabupaten Kampar tahun 2026.

Dalam sambutannya, Tengku Said Hidayat menyampaikan ucapan selamat kepada para JCH yang mengikuti manasik haji. Ia menekankan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai sarana pembelajaran sekaligus praktik ibadah haji.

“Manasik haji merupakan gambaran dari rangkaian ibadah yang akan dilaksanakan di Makkah. Oleh karena itu, ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar dapat memahami setiap tahapan ibadah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam manasik ini para jemaah akan mempelajari pengaturan waktu ibadah serta tips menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar, H. Dirhamsyah, menegaskan bahwa manasik haji bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan inti dari pembekalan ibadah.

“Untuk musim haji tahun 2026/1447 H, jumlah JCH Kabupaten Kampar sebanyak 452 orang yang terbagi dalam tiga kloter. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengikuti manasik ini dengan serius, karena pemahaman ibadah haji diperoleh di sini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kesiapan ilmu menjadi kunci agar jemaah mampu melaksanakan ibadah secara mandiri dan sesuai tuntunan.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Erizon Efendi, dalam pemaparannya menyoroti fase paling krusial dalam ibadah haji, yaitu Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Menurutnya, masih banyak jemaah yang belum memahami secara tepat alur dan ketentuan pada fase tersebut, padahal Armuzna merupakan puncak ibadah haji.

“Armuzna adalah inti dari ibadah haji. Jemaah harus benar-benar memahami kapan pelaksanaan wukuf, mabit, hingga melontar jumrah. Kesalahan dalam tahapan ini dapat memengaruhi sah atau tidaknya ibadah haji,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan manasik ini, diharapkan seluruh jemaah tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara mental, fisik, dan spiritual.

Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Kementerian Agama berharap seluruh JCH dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.(adv/ilh)