RWH Bangkinang Pastikan 50 Jemaah Umrah Ramadan Aman di Tanah Suci, Keberangkatan Tetap Sesuai Jadwal

Redaksi - Kampar

BANGKINANG (SN)– Untuk memberikan perlindungan kepada jemaah umrah Republik Indonesia, baik yang sedang menjalankan ibadah maupun yang akan berangkat, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah serta biro perjalanan agar menunda keberangkatan sementara hingga situasi di kawasan Timur Tengah kembali kondusif, Rabu (04/03/2026). 

Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi konflik di sejumlah wilayah Timur Tengah yang dinilai kurang kondusif.

Menanggapi hal itu, Pimpinan Riau Wisata Hati (RWH) Bangkinang H. Mulyadi melalui Tour Leader RWH Gustika Rahman, S.Pd.I (Ustaz Agus Rama), memastikan seluruh jemaah umrah RWH Bangkinang yang saat ini berada di Tanah Suci dalam keadaan sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Agus Rama menjelaskan, RWH Bangkinang memberangkatkan sebanyak 50 jemaah dalam Program Umrah Ramadan dengan dua pilihan paket, yakni Paket Full Ramadan dan Paket Lailatul Qadar.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah dalam keadaan sehat walafiat dan khusyuk menunaikan ibadah umrah serta ibadah lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi di Dua Tanah Suci, yakni Kota Makkah Al-Mukarramah dan Kota Madinah Al-Munawwarah, dalam keadaan aman dan kondusif. Situasi tersebut, menurutnya, tidak terdampak konflik yang terjadi di kawasan Teluk.

“Konflik yang terjadi bukan berada di wilayah Arab Saudi, khususnya Makkah dan Madinah. Jadi, tidak ada masalah atau kendala bagi jemaah di sana,” jelasnya.

Agus Rama juga mengimbau keluarga jemaah di Tanah Air agar tetap tenang. Ia memastikan proses pemberangkatan hingga pemulangan jemaah berjalan aman dan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami berharap doa dari seluruh keluarga agar rangkaian ibadah dan perjalanan jemaah berjalan dengan baik,” tambahnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan menunda keberangkatan jemaah hanya karena konflik di luar negara tujuan. RWH tetap memberangkatkan jemaah sesuai jadwal, karena kondisi di Arab Saudi, khususnya Makkah dan Madinah, tetap aman dan terkendali.(ilh)