Seleksi 10 Besar Pimpinan Baznas Kampar Disorot: Nama Kakak Kandung Wabup dan Tim Sukses Muncul

Redaksi - Kampar

BANGKINANG (SN) – Pengumuman hasil seleksi 10 besar calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kampar periode 2026–2031 beredar luas di sejumlah grup WhatsApp pada Jumat (13/3/2026).

Surat yang dikeluarkan di Bangkinang tersebut ditandatangani oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kampar, Ardi Mardiansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Seleksi.

Dalam daftar 10 besar tersebut terdapat sejumlah nama yang cukup dikenal di tengah masyarakat. Salah satunya Mardailis Dahlan, yang diketahui merupakan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kampar.

Namun, komposisi 10 besar tersebut mulai menuai sorotan. Pasalnya, beberapa nama yang dinyatakan lolos seleksi disebut-sebut memiliki kedekatan dengan lingkaran keluarga maupun tim sukses pasangan kepala daerah Kampar.

Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Husni Tamrin. Ia diketahui merupakan kakak kandung Wakil Bupati Kampar, Misharti. Husni Tamrin juga dikenal sebagai Ketua Majelis Zikir Kampar Dihati. Lolosnya Husni Tamrin dalam daftar 10 besar memunculkan dugaan adanya dukungan dari pihak keluarga.

Selain itu, terdapat pula nama Abdullah atau yang akrab disapa Tuok Dullah. Abdullah diketahui merupakan lulusan setingkat Sekolah Menengah Atas dan disebut-sebut sebagai bagian dari tim sukses Kampar Dihati. Ia juga tercatat sebagai anggota Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar.

Sebelumnya, pada 27 Februari 2026, Tim Seleksi telah mengumumkan sebanyak 35 nama yang dinyatakan lulus seleksi administrasi calon pimpinan Baznas Kampar.

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi yang juga Pj Sekda Kampar, Ardi Mardiansyah, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan. Redaksi berupaya meminta penjelasan terkait prosedur serta mekanisme seleksi yang dilakukan.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Wakil Bupati Kampar, Misharti, terkait munculnya nama Husni Tamrin dalam daftar 10 besar calon pimpinan Baznas Kampar. Namun hingga berita ini diturunkan, pesan WhatsApp yang dikirimkan redaksi belum mendapat balasan.

Kalau mau, saya juga bisa buat 5 pilihan judul yang lebih tajam lagi (gaya headline media investigasi) supaya lebih “nendang” saat diposting di portal berita atau Facebook.(ilh)