131 Karateka Ikuti UKT Inkanas Kampar, Bukti Meningkatnya Antusiasme Pembinaan Atlet Muda
Redaksi - Olahraga
Minggu, 21 Jun 2026 16:33 WIB
KAMPAR (SN) – Sebanyak 131 karateka mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) KYU Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Pengurus Cabang (Pengcab) Kampar Semester I Tahun 2026 yang digelar di Aula Sanika Satyawada Polres Kampar, Jalan Prof. M. Yamin, Bangkinang Kota, Minggu (21/6/2026).
Peserta UKT tahun ini berasal dari dua daerah, yakni Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu. Dari total 131 peserta, sebanyak 121 karateka berasal dari Kampar, sementara 10 peserta lainnya berasal dari Rokan Hulu.
Ketua Umum Pengcab Inkanas Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K., melalui Sekretaris Umum Pengcab Inkanas Kampar, Satya Budhi Pratama, mengatakan jumlah peserta dari Kampar masih mendominasi pelaksanaan UKT Semester I Tahun 2026. Meski demikian, pihaknya berharap keikutsertaan karateka dari daerah lain terus meningkat pada kegiatan berikutnya.
“Total peserta yang mengikuti UKT sebanyak 131 orang. Dari Kampar ada 121 peserta, sedangkan dari Rokan Hulu sebanyak 10 karateka,” ujar Satya usai kegiatan.
Ia menilai antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah peserta asal Kampar dibandingkan pelaksanaan UKT sebelumnya.
“Kami berharap jumlah peserta terus bertambah, baik dari Kampar maupun daerah lain yang ikut bergabung dalam kegiatan ini,” katanya.
Satya juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan UKT dengan menyediakan fasilitas yang representatif.
“Dukungan dari Bapak Kapolres Kampar sangat besar. Tempat yang disediakan sangat representatif sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang tim penguji, Diko Rahman, menilai kemampuan para peserta UKT tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terlihat dari penguasaan teknik, disiplin, serta kesiapan peserta saat menjalani ujian.
“Kami melihat perkembangan anak-anak sangat baik dan cukup signifikan. Harapannya, pada pelaksanaan UKT berikutnya jumlah peserta semakin bertambah,” ujarnya.
Menurut Diko, peningkatan kualitas atlet tidak bisa hanya bergantung pada latihan di dojo. Diperlukan sinergi yang kuat antara pelatih, orang tua, dan perguruan agar pembinaan atlet usia dini dapat berjalan optimal.
“Kerja sama antara orang tua dan dojo harus terus diperkuat agar proses latihan lebih maksimal dan kompetensi atlet semakin meningkat,” katanya.
Hal senada disampaikan penguji lainnya, Bisma Al Ibra. Ia mengajak para karateka muda untuk terus konsisten berlatih dan menjaga motivasi agar tidak mudah jenuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan rutin mengikuti kejuaraan maupun event pertandingan.
“Anak-anak perlu sering diikutsertakan dalam berbagai kompetisi agar semangat berlatih tetap terjaga dan mereka memiliki target untuk terus berkembang,” ujarnya.
Pengurus Pengcab Inkanas Kampar berharap kegiatan UKT tidak hanya menjadi sarana evaluasi kenaikan tingkat sabuk, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun mental bertanding, meningkatkan kemampuan teknik, memperkuat stamina, serta menumbuhkan daya juang karateka muda di Kabupaten Kampar.(ilh)