BPBD Kampar Ingatkan Warga Waspada El Nino, Kekeringan dan Karhutla Mengancam
Redaksi - Kampar
Rabu, 08 Apr 2026 14:46 WIB
KAMPAR (SN) — Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi masa pancaroba yang diperkirakan berlanjut ke musim kemarau ekstrem. Peringatan ini disampaikan menyusul potensi fenomena El Nino tahun ini yang diprediksi berdampak pada kekeringan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan terhadap sektor pertanian, Rabu (08/04/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kampar, Azwan, mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG, Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino yang lebih kuat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Diperkirakan El Nino berlangsung mulai Juni hingga Oktober. Ini berpotensi menyebabkan kekeringan ekstrem,” ujar Azwan.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang paling rentan terdampak. Karena itu, para petani diimbau segera melakukan langkah antisipatif, seperti menyiapkan pompa air serta mengoptimalkan pengelolaan irigasi untuk mencegah gagal panen.
Selain itu, BPBD bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, dan instansi terkait telah meningkatkan koordinasi guna menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
“Kami sudah berkoordinasi lintas sektor untuk siaga menghadapi potensi kebakaran. Personel juga disiapkan untuk kolaborasi penanganan di lapangan,” jelasnya.
Meski musim kemarau mulai mendekat, Azwan mengingatkan bahwa masa pancaroba tetap berpotensi memunculkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang dapat memicu bencana banjir maupun longsor.
Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu. BPBD juga menegaskan larangan membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran meluas.
“Kami minta masyarakat tidak membakar lahan. Jika terjadi kebakaran, segera laporkan agar bisa cepat ditangani,” tegasnya.(ilh)