Camat Ranowulu Genjot Digitalisasi dan Reformasi Birokrasi, E-Kinerja Jadi Instrumen Utama Evaluasi ASN

Redaksi - Kota Bitung

BITUNG (SN) – Camat Ranowulu, Fransisca Cornelia Joice Komalig, mulai melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem kerja aparatur di wilayahnya melalui penerapan digitalisasi administrasi dan perubahan budaya kerja birokrasi. Langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan penggunaan aplikasi E-Kinerja serta penerapan konsep kemitraan kerja bagi seluruh aparatur di Kecamatan Ranowulu.

Program ini mulai dijalankan tidak lama setelah Fransisca resmi dilantik sebagai Camat Ranowulu pada 26 Mei 2026. Dalam rapat perdana bersama 11 lurah, ia menemukan masih banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum memahami mekanisme penggunaan sistem E-Kinerja.

“Waktu itu mereka kurang mengerti. Padahal sekarang administrasi pemerintahan tidak lagi dilakukan secara manual. Semua sudah berbasis digital, mulai dari membuka link, mengisi laporan melalui Android, hingga dipantau langsung oleh atasan,” ujar Fransisca, Kamis (24/6/2026).

Menurutnya, E-Kinerja merupakan instrumen penting dalam mengukur produktivitas dan disiplin ASN. Pengalaman saat menjabat sebagai Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga membuatnya memahami manfaat sistem tersebut dalam mendukung pengembangan karier pegawai.

“Di dinas sebelumnya sudah ada sosialisasi dari BKD. Saya mengisi E-Kinerja secara bertahap dan ditandatangani kepala dinas. Sistem itu menjadi salah satu faktor yang mengantarkan saya hingga dipercaya menjadi camat,” ungkapnya.

Untuk mempercepat pemahaman ASN, Fransisca langsung berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bitung. Respons cepat pun diberikan dengan mengirimkan empat narasumber guna memberikan sosialisasi kepada seluruh lurah dan ASN di Kecamatan Ranowulu.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman teknis mulai dari proses login, pengisian laporan harian, hingga mekanisme evaluasi oleh atasan.

“Kalau tidak diisi, pegawai tidak bisa memperoleh kenaikan pangkat berkala maupun promosi jabatan. Sistem manual tidak bisa memantau kinerja mereka secara maksimal,” tegas Fransisca.

Selain digitalisasi, Fransisca juga melakukan perubahan pendekatan dalam hubungan kerja di lingkungan kecamatan. Ia menekankan pentingnya membangun kerja sama yang setara antara pimpinan dan seluruh aparatur.

“Saya sampaikan kepada para lurah dan pegawai bahwa kita bukan sekadar hubungan atasan dan bawahan. Kita adalah mitra kerja yang memiliki tujuan yang sama untuk memajukan daerah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Fransisca menilai E-Kinerja akan menjadi alat evaluasi utama untuk memastikan seluruh ASN menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

“Semua aktivitas kerja akan terpantau. Jika ada yang tidak aktif atau tidak mengikuti kegiatan pembinaan, tentu akan terlihat dalam sistem,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembenahan administrasi kepegawaian dan lingkungan kerja menjadi prioritas utama pada masa awal kepemimpinannya di Kecamatan Ranowulu.

“Yang pertama kita benahi adalah administrasi pegawai dan lingkungan kerja. Ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.

Melalui penerapan E-Kinerja dan budaya kerja berbasis kemitraan, Kecamatan Ranowulu menargetkan peningkatan disiplin aparatur, transparansi kinerja, serta percepatan pelayanan publik yang lebih modern dan berbasis digital.(fian)