Disdikpora Kampar Matangkan Festival Dragon Boat, Dorong Sport Tourism di HUT ke-76

Redaksi - Kampar

BANGKINANG (SN) – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar terus mematangkan persiapan Festival Dragon Boat Pacu Sampan yang akan digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kampar ke-76 sekaligus perayaan Aghi Ayo Onam.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat teknis yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kampar, Ardi Mardiansyah, pada Kamis (26/3/2026) di ruang rapat Kantor Bupati Kampar.

Rapat yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) itu menetapkan Disdikpora sebagai leading sector pelaksanaan kegiatan, khususnya dalam aspek teknis perlombaan, koordinasi peserta, serta penguatan konsep sport tourism yang diusung dalam festival tersebut.

Dalam arahannya, Ardi menegaskan pentingnya sinergi lintas OPD guna menyukseskan kegiatan. Menurutnya, festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong kebangkitan sektor pariwisata olahraga (sport tourism) di Kabupaten Kampar.

“Kegiatan ini tidak hanya tentang lomba di air, tetapi juga menyangkut kenyamanan pengunjung, kebersihan lingkungan, serta dampak ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengaturan lalu lintas dan ketertiban di sekitar lokasi kegiatan. Dinas Perhubungan dan Satpol PP diminta memastikan tidak terjadi penumpukan kendaraan, terutama di kawasan Jembatan Bangkinang dan akses menuju Desa Pulau Lawas.

Sementara itu, Plt Kepala Disdikpora Kampar, Helmi, menyampaikan bahwa pihaknya terus mematangkan seluruh aspek teknis pelaksanaan, mulai dari kesiapan jalur lomba, peserta, hingga sarana pendukung lainnya.

“Festival Dragon Boat Pacu Sampan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 April 2026, di aliran Sungai Kampar, tepatnya di bawah Jembatan Bangkinang, Dusun Kampung Godang, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang,” jelasnya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan bersama OPD terkait, festival ini diharapkan mampu menarik ribuan pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah, sekaligus memperkuat posisi Kampar sebagai destinasi wisata berbasis sungai.(ilh)