Disdikpora Kampar Terapkan Skema WFH-WFO, Dukung Penghematan Energi dan Jaga Pelayanan Tetap Optimal
Redaksi - Kampar
Jumat, 10 Apr 2026 17:29 WIB
BANGKINANG (SN) – Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait penghematan energi, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar menerapkan pola kerja kombinasi Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) bagi para pegawainya sebagai bagian dari penyesuaian sistem kerja yang lebih fleksibel.
Dari total 196 pegawai Disdikpora Kampar, sebanyak 75 persen menjalankan tugas dari rumah, sementara 25 persen lainnya tetap bekerja dari kantor. Pelaksanaan WFO dipusatkan di ruang sekretariat umum guna memudahkan koordinasi serta memastikan pekerjaan administratif tetap berjalan optimal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kampar, Helmi, mengatakan kebijakan tersebut telah disesuaikan dengan surat edaran Bupati Kampar Ahmad Yuzar serta mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan karakteristik pekerjaan masing-masing pegawai.
“Kita menerapkan sistem kerja yang fleksibel, di mana sebagian besar pegawai bekerja dari rumah, namun tetap terkontrol melalui sistem pelaporan berkala. Sementara yang WFO difokuskan untuk menangani pekerjaan yang membutuhkan kehadiran langsung, terutama di bidang administrasi,” ujar Helmi kepada Tengokberita.com, Jumat (10/4/2026).
Ia menegaskan, meskipun sebagian pegawai bekerja dari rumah, seluruh tugas tetap harus dijalankan secara maksimal melalui sistem daring, termasuk koordinasi internal dan penyelesaian pekerjaan.
“Pegawai yang WFH tetap wajib aktif, melaksanakan tugas secara online, dan melaporkan progres pekerjaan. Jadi tidak ada penurunan kinerja, justru kita dorong agar lebih efektif dan efisien,” tambahnya.
Menurut Helmi, skema ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan efisiensi operasional, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
“Intinya, pelayanan tidak boleh terganggu. Dengan pembagian ini, kita optimalkan fungsi masing-masing pegawai sesuai kebutuhan,” tutupnya.
Selain penerapan sistem kerja fleksibel, Disdikpora Kampar juga melakukan langkah penghematan energi dengan mengurangi penggunaan alat elektronik seperti AC, lampu, dan kendaraan dinas sebesar 30 persen. Penggunaan perangkat elektronik yang tidak diperlukan juga dibatasi, serta anggaran perjalanan dinas dikurangi hingga 50 persen.
Jika kamu mau, saya bisa buatkan versi yang lebih formal/gaya media cetak atau versi lebih tajam ala portal berita online.(ilh)