ISPU Kampar Capai 234, Kabut Asap Diduga Berasal dari Jambi
Redaksi - Kampar
Selasa, 01 Sep 2026 13:25 WIB
KAMPAR (SN) — Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Kampar, Riau, kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan data pemantauan hingga Selasa (1/9/2026) pukul 11.05 WIB, ISPU Kampar mencapai angka 234 dan masuk kategori tidak sehat.
Kondisi kualitas udara tersebut juga telah menunjukkan angka tinggi sejak sehari sebelumnya.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar Refizal melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kampar, Idrus, mengatakan data tersebut mengacu pada informasi yang ditampilkan melalui website Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
"ISPU berdasarkan informasi dari website KLH pukul 11.05 WIB saat ini 234, dan dari kemarin ISPU juga tinggi," ujar Idrus, Selasa (1/9/2026).
Terkait kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kampar, Idrus menyebutkan berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak kepolisian di Polres Kampar, pihaknya memperoleh informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahwa asap yang masuk ke wilayah Kampar diduga berasal dari Provinsi Jambi.
"Hasil pertemuan kami kemarin di Polres, informasi dari BPBD menyebutkan bahwa kabut asap berasal dari Jambi," jelasnya.
Idrus mengingatkan, angka ISPU dapat berubah sewaktu-waktu seiring perubahan kondisi kualitas udara. Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi ISPU Net.
"ISPU juga selalu bisa berubah setiap waktu dan bisa dicek pada aplikasi ISPU Net," katanya.
Sementara itu, terkait keberadaan titik panas atau hotspot, Idrus memastikan tidak terdapat hotspot di wilayah Kabupaten Kampar dalam tiga hari terakhir.
Dengan kondisi tersebut, peningkatan angka ISPU dan kabut asap yang terjadi saat ini tidak ditemukan berkaitan dengan adanya hotspot di wilayah Kampar.
DLH Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan terhadap kualitas udara dan perkembangan hotspot guna mengetahui perubahan kondisi lingkungan serta memastikan perkembangan kualitas udara di wilayah tersebut.(Ilh)