Nomor WhatsApp Catut Nama Plt Kadisdikpora Kampar Beredar, Helmi Imbau Masyarakat Waspada Penipuan

Redaksi - Kampar

KAMPAR (SN) – Sebuah nomor WhatsApp yang mengatasnamakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar, Helmi, dilaporkan beredar di tengah masyarakat.

Nomor tersebut diduga digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencatut nama pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar. Informasi terkait dugaan pencatutan itu diketahui dari unggahan status WhatsApp pribadi Helmi yang menampilkan nomor tak dikenal menggunakan nama serta foto profil dirinya.

Dalam unggahan tersebut, Helmi juga memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang menghubungi dengan mengatasnamakan dirinya sebagai Plt Kadisdikpora Kampar.

Beredarnya nomor tersebut menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi dimanfaatkan untuk melakukan penipuan atau meminta sesuatu kepada masyarakat, relasi, maupun pihak sekolah dengan mencatut nama pejabat daerah.

Menanggapi hal itu, Helmi menegaskan bahwa nomor yang beredar tersebut bukan miliknya. Ia memastikan tidak pernah menggunakan nomor dimaksud untuk berkomunikasi dengan masyarakat, pihak sekolah, maupun relasi kerja lainnya.

“Nomor itu bukan milik saya. Jika ada yang menghubungi dan mengatasnamakan saya melalui nomor tersebut, saya minta masyarakat jangan langsung percaya dan segera melakukan konfirmasi,” tegas Helmi, Rabu (24/6/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah. Menurutnya, setiap informasi atau permintaan yang diterima dari nomor yang tidak dikenal perlu diverifikasi terlebih dahulu melalui jalur resmi atau kontak yang dapat dipastikan keasliannya.

“Jika ada pihak yang menerima pesan mencurigakan dari nomor yang mengaku sebagai Plt Kadisdikpora Kampar, segera lakukan konfirmasi kepada instansi terkait. Langkah ini penting untuk mencegah penyalahgunaan nama pejabat daerah yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan terhadap segala bentuk upaya penipuan yang mencatut nama pejabat di Kabupaten Kampar.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan kebenaran informasi sebelum menindaklanjuti pesan, permintaan bantuan, maupun permintaan dana yang mengatasnamakan pejabat atau instansi pemerintah.(ilh)