Prestasi MTQ Kampar Terpuruk, LPTQ Dinilai Gagal Pembinaan dan Bungkam Soal Penurunan Peringkat
Redaksi - Kampar
Sabtu, 04 Jul 2026 15:28 WIB
KAMPAR (SN) – Prestasi Kabupaten Kampar pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 menuai sorotan tajam. Kabupaten yang selama ini dikenal sebagai Negeri Serambi Mekkah justru mengalami penurunan peringkat, dari posisi keenam pada MTQ 2025 menjadi peringkat ketujuh pada MTQ 2026.
Hasil tersebut dinilai menjadi tamparan bagi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Kampar yang selama ini bertanggung jawab atas pembinaan kafilah. Penurunan prestasi memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pola pembinaan, sistem seleksi, hingga keseriusan pengurus dalam mempersiapkan peserta menghadapi ajang MTQ tingkat provinsi.
Pada MTQ ke-43 Tahun 2025, Kampar mengumpulkan 225 poin dan berada di posisi keenam. Namun, pada MTQ ke-44 yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi, Kampar harus puas berada di peringkat ketujuh, tertinggal dari Kabupaten Rokan Hilir sebagai juara umum, disusul Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, Kota Pekanbaru, dan Kabupaten Siak.
Ironisnya, hingga hasil resmi diumumkan, belum ada penjelasan terbuka dari pengurus LPTQ Kabupaten Kampar terkait penyebab merosotnya prestasi tersebut. Ketua Umum LPTQ Kampar, Tengku Said Hidayat, S.STP., M.IP., maupun Ketua Harian Dr. H. Erman Gani belum memberikan keterangan meski telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (4/7/2026).
Sikap tidak memberikan respons tersebut memicu kritik karena publik menilai pengurus seharusnya menyampaikan evaluasi secara terbuka, terlebih pembinaan MTQ merupakan program yang menggunakan dukungan pemerintah daerah dan menjadi bagian dari upaya menjaga marwah Kampar sebagai daerah yang identik dengan syiar Islam.
Masyarakat juga berhak mengetahui apakah target yang ditetapkan sebelum pelaksanaan MTQ tercapai, bagaimana evaluasi terhadap pembinaan yang telah dilakukan, faktor-faktor yang menyebabkan penurunan prestasi, serta langkah konkret yang akan diambil agar Kampar mampu kembali bersaing pada MTQ Provinsi Riau mendatang.
Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi hal penting agar penurunan prestasi ini tidak terus berulang. Sebagai daerah yang menyandang predikat Negeri Serambi Mekkah, Kampar diharapkan tidak hanya mempertahankan slogan, tetapi juga mampu membuktikannya melalui prestasi nyata dalam pembinaan generasi Qurani.(ilh)