Puskesmas Kuntu Resmi Beroperasi, 173 Anak Stunting di Kampar Dapat Asupan Khusus Selama 10 Bulan
Redaksi - Kampar
Kamis, 03 Sep 2026 16:43 WIB
KAMPAR (SN) — Upaya Pemerintah Kabupaten Kampar memperluas akses layanan kesehatan sekaligus menekan angka stunting kembali mendapat penguatan. UPTD Puskesmas Kuntu resmi diresmikan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., Kamis (3/9/2026), di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri.
Tak hanya meresmikan fasilitas kesehatan, momentum tersebut juga dimanfaatkan Pemkab Kampar untuk meluncurkan program Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi anak stunting.
Program ini menyasar 173 anak yang akan mendapatkan paket asupan gizi khusus selama 10 bulan sesuai rekomendasi tim pakar. Pemerintah berharap intervensi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mempercepat penanganan stunting di Kabupaten Kampar.
Bupati Ahmad Yuzar mengatakan keberadaan Puskesmas Kuntu merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat di wilayah Kecamatan Kampar Kiri memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih dekat, merata dan berkualitas.
Menurutnya, fasilitas kesehatan tidak hanya harus tersedia, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Kuntu memberikan pelayanan secara profesional dan ramah tanpa membeda-bedakan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pengobatan.
"Penanganan stunting butuh gerakan keroyokan. Kami minta para orang tua rutin membawa anak ke Posyandu dan memastikan paket PKMK ini benar-benar dikonsumsi oleh anak agar dampaknya terasa nyata," ujar Ahmad Yuzar.
Angka Stunting Terus Menurun
Di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah, Ahmad Yuzar juga memaparkan perkembangan penanganan stunting di Kabupaten Kampar.
Ia menyebut jumlah anak stunting di Kampar mengalami penurunan dari 510 anak pada 2024 menjadi 328 anak pada 2026.
Meski mengalami penurunan, pemerintah daerah tetap mendorong berbagai langkah intervensi agar kasus stunting dapat ditekan secara berkelanjutan.
Salah satunya melalui program PKMK yang diberikan kepada anak-anak sasaran berdasarkan rekomendasi tim pakar. Program tersebut ditargetkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak dan mencegah munculnya kasus baru.
"Ini bukan hanya tugas pemerintah. Orang tua, kader Posyandu, tenaga kesehatan dan seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama memastikan anak tumbuh sehat," tegasnya.
Puskesmas Diperkuat dengan Ambulance
Peresmian Puskesmas Kuntu turut dirangkai dengan sejumlah kegiatan. Bupati bersama jajaran melakukan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita sebagai tanda resmi beroperasinya fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, kunci ambulans diserahkan kepada Plh. Kepala UPTD Puskesmas Kuntu, dr. Derma Bahari Putri. Ambulans tersebut diharapkan semakin memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan dan rujukan.
Selain itu, dilakukan penyerahan PKMK secara simbolis kepada penerima manfaat serta peninjauan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Kampar, Ketua TP PKK Kabupaten Kampar, Sekretaris Daerah Kampar, Inspektur Daerah, jajaran OPD TPPS, Direktur RSUD Bangkinang, Forkopimcam, serta para kepala desa dan ketua TP PKK se-Kecamatan Kampar Kiri.
Dengan diresmikannya Puskesmas Kuntu dan diluncurkannya program PKMK, Pemkab Kampar berharap pelayanan kesehatan masyarakat semakin mudah dijangkau dan upaya penurunan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah hingga ke tingkat desa.(Ilh)