Repol Sayangkan Kadiskes Kampar Mundur, Soroti Penempatan ASN Tak Sesuai Kompetensi
Redaksi - Kampar
Rabu, 08 Apr 2026 18:36 WIB
KAMPAR (SN) — Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kampar, Repol, menyayangkan pengunduran diri Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kampar yang dinilainya sebagai sosok berprestasi dan visioner.
Menurut Repol, keputusan tersebut merupakan hak pribadi yang harus dihormati, namun di sisi lain menjadi kerugian bagi daerah. Ia menilai sosok Kadiskes selama ini dikenal memiliki kinerja baik serta ide-ide cerdas dalam memajukan sektor kesehatan di Kabupaten Kampar.
“Di satu sisi itu hak beliau, tetapi dari sisi kita tentu sangat menyayangkan. Sosok yang memiliki kinerja baik dan ide-ide cerdas justru meninggalkan posisinya,” ujar Repol, Rabu (7/4/2026).
Ia mengatakan, kepergian pejabat tersebut menjadi kehilangan bagi Pemerintah Kabupaten Kampar karena figur itu dipandang masyarakat mampu menghadirkan gagasan dan terobosan di bidang kesehatan.
Meski demikian, Repol mengingatkan agar publik tidak berspekulasi terkait alasan pengunduran diri tersebut. Menurutnya, hanya yang bersangkutan yang mengetahui secara pasti latar belakang keputusan itu.
“Kita tidak tahu pasti apa yang melatarbelakanginya. Bisa jadi karena kejenuhan atau faktor lain yang bersifat prinsipil bagi yang bersangkutan,” katanya.
Selain menyoroti pengunduran diri Kadiskes, Repol juga mempertanyakan penempatan seorang dokter, Alimora, yang dipindahkan ke bidang pemadam kebakaran. Ia menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan latar belakang keilmuan yang dimiliki.
“Saya mengenal beliau memiliki kinerja baik di bidang kesehatan. Seharusnya penempatan pegawai itu mengedepankan prinsip the right man on the right place, bukan berdasarkan suka atau tidak suka,” tegasnya.
Menurut Repol, tenaga profesional yang telah menempuh pendidikan khusus harus ditempatkan sesuai bidang keahliannya agar kinerjanya optimal dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia juga mengungkapkan, sepanjang pengetahuannya, pengunduran diri kepala dinas aktif hanya beberapa bulan setelah pelantikan merupakan peristiwa pertama yang terjadi di Kabupaten Kampar.
“Setahu saya ini yang pertama, kepala dinas yang baru beberapa bulan dilantik kemudian mengundurkan diri,” ungkapnya.
Karena itu, Repol menyarankan Pemerintah Kabupaten Kampar agar lebih cermat dalam pengelolaan sumber daya manusia, terutama dalam penempatan dan mutasi pejabat.
“Yang utama adalah menempatkan orang sesuai kompetensinya, lalu menilai berdasarkan kinerja. Kalau kinerjanya tidak baik, silakan diganti. Tapi kalau kinerjanya bagus, jangan malah sering dipindahkan,” tutupnya.(ilh)