Rp85 Miliar Terbuang? Pelabuhan Internasional Berakit Kini Terbengkalai dan Rusak Parah
Redaksi - Bintan
Kamis, 11 Jun 2026 18:05 WIB
BINTAN (SN) – Pelabuhan Internasional Berakit di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, yang semula digagas sebagai gerbang internasional Kepulauan Riau, kini justru menjadi potret ironi pembangunan. Proyek yang telah menelan anggaran negara sekitar Rp85 miliar itu hingga kini belum berfungsi sebagaimana tujuan awal pembangunannya.
Kondisi pelabuhan yang dibangun sejak tahun 2010 tersebut saat ini memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan serius, mulai dari plafon yang runtuh, keramik lantai yang pecah, hingga kaca-kaca bangunan yang rusak. Selain itu, pelantar pelabuhan tampak berkarat dan tidak terawat.
Di kawasan sekitar pelabuhan, semak belukar tumbuh lebat dan menutupi sebagian area. Dermaga ponton yang menjadi salah satu fasilitas utama juga mengalami kerusakan sehingga tidak dapat difungsikan secara optimal.
Berdasarkan data yang dihimpun, pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Internasional Berakit telah menyerap dana APBN sekitar Rp85 miliar melalui beberapa tahap penganggaran.
Pada tahun 2010, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp10 miliar untuk pembangunan gedung induk dua lantai, ponton, serta pengaspalan kawasan pelabuhan. Kemudian pada 2011, kembali dikucurkan dana sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan dinding penahan gelombang dan penimbunan lahan.
Selanjutnya pada tahun 2012, anggaran sebesar Rp3,9 miliar digunakan untuk pembangunan taman interior, pemasangan pendingin ruangan (AC), serta kegiatan supervisi proyek. Pada 2014, pemerintah menggelontorkan dana terbesar, yakni Rp33,1 miliar, untuk pengerukan alur pelayaran di kawasan pelabuhan.
Tahun 2015, anggaran kembali dikucurkan sebesar Rp7,6 miliar untuk rehabilitasi bangunan, pembangunan pagar, serta pemasangan papan nama pelabuhan. Sementara pada 2017 dilakukan kembali pengerukan alur dan kolam pelabuhan guna mendukung operasional yang hingga kini belum juga berjalan sesuai rencana.
Memasuki tahun 2026, pelabuhan yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah tersebut belum menunjukkan aktivitas sebagaimana yang diharapkan. Bangunan yang semestinya menjadi sarana penunjang konektivitas internasional itu kini lebih banyak menjadi simbol proyek yang belum termanfaatkan secara optimal.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan, Insani Amin, mengatakan bahwa hingga saat ini aset Pelabuhan Internasional Berakit belum diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bintan.
"Pelabuhan yang berada di Berakit itu sampai saat ini belum diserahkan ke Kabupaten Bintan," ujar Insani Amin, Kamis (11/6/2026).
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai keberlanjutan pemanfaatan aset negara bernilai miliaran rupiah tersebut. Di sisi lain, keberadaan Pelabuhan Internasional Berakit menjadi pengingat pentingnya perencanaan yang matang, pengawasan yang ketat, serta pemanfaatan proyek strategis agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Man)