Sorotan Tajam Komisi II DPRD Kampar : Mundurnya Kadiskes Tanpa Penjelasan dan Mutasi Dokter ke Damkar Dinilai Kontraproduktif
Redaksi - Kampar
Selasa, 07 Apr 2026 18:54 WIB
KAMPAR (SN) — Komisi II DPRD Kabupaten Kampar melontarkan sorotan keras terhadap pengunduran diri Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) yang berlangsung tanpa penjelasan terbuka. Situasi ini memicu pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah, terlebih di tengah pentingnya menjaga stabilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kampar, Toni Hidayat, mengaku hingga kini belum menerima kejelasan resmi mengenai alasan mundurnya Kadiskes. Ironisnya, informasi tersebut justru lebih dulu beredar melalui pemberitaan, bukan dari kanal resmi pemerintah.
“Terkait pengunduran diri Kadiskes, saya mengetahuinya dari pemberitaan. Saya sudah mencoba menghubungi Pak Dokter Ifi melalui telepon dan WhatsApp untuk menanyakan kepastian sekaligus latar belakang pengunduran dirinya, namun belum direspons,” ujar Toni, Selasa (7/4/2026).
Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya komunikasi publik di lingkungan pemerintah daerah. DPRD menegaskan, ketertutupan seperti ini berpotensi memicu spekulasi dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan.
Selain polemik pengunduran diri, DPRD juga menyoroti kebijakan mutasi tenaga medis yang dinilai janggal. Perpindahan Dokter Alimora dari Dinas Kesehatan ke Dinas Pemadam Kebakaran dianggap tidak sejalan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Ada keanehan terkait pemindahan Dokter Alimora dari Dinas Kesehatan ke Dinas Damkar. Beliau seorang dokter yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan, misalnya di rumah sakit daerah. Ini juga menjadi perhatian kami,” tegas Toni.
Secara aturan, mutasi aparatur sipil negara memang dimungkinkan. Namun, kebijakan tersebut seharusnya tetap mempertimbangkan aspek profesionalitas dan urgensi kebutuhan publik. Memindahkan tenaga medis ke bidang yang tidak relevan dinilai sebagai langkah kontraproduktif di tengah tantangan layanan kesehatan.
DPRD Kampar memastikan akan mendalami dua persoalan ini secara serius—baik terkait pengunduran diri Kadiskes yang terkesan “senyap” maupun kebijakan mutasi yang dinilai tidak tepat sasaran. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tata kelola sumber daya manusia di sektor kesehatan berjalan optimal dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.(ilh)