Sripaduka Tuan Bintan Berikan Mandat Datuk Muda Melaka Pada Dato' Sri Zulkifli Bin Haji Ibrahim, Guna Membangkitkan Kegiatan Kebajikan dan Budaya Bintan Di Malaysia

Redaksi - Nusantara

BINTAN - Tanpa harus melebih-lebihkan sejarah apatah lagi melakukan penipuan sejarah , kesejarahan berdirinya Melaka hingga mempertahankan Keagongannya serta kewujudan Empayer Besar melayu tentulah tak bisa dan tak akan pernah dipisahkan dari satu nama Negeri Kecil yang terletak disatu pulau disebelah selatan singapura yaitulah Pulau Bintan.  

Apa yang dilakukan oleh orang-orang dari pulau kecil tersebut yang hanya beberapa hektar saja lebih besar dari Pulau Temeasek yang kini menjadi Ibukota Negara Singapura. Pulau kecil yang kini dihuni oleh sekitar 400.000 jiwa yang terbagi atas 2 pemerintahan setingkat Kabupaten yaitu Kabupaten bintan dan Kota Tanjungpinang. 

Namun, dipulau kecil ini Salalatus Salatin mencatatnya sebagai satu Kerajaan diatas Angin dengan Ratu Perempuannya yang agong, hingga membawa anak raja yang turun di bukit seguntang datang kepulau ini, lalu menikahkan putranya dengan anak Ratu Bintan yaitu Wan sri Beni dengan Putra Sang sapurba Sang Nila Utama yang dicatat sebagai Raja Pertama Singapura sekaligus di Nisbatkan sebagai Leluhur raja-raja malaka, atas restu Ratu Bintan Jua dibukalah Negeri Singapura yang Raja-Rajanya terus bersambung Hingga Dibangulah Melaka, hingga Tiang Seri Istana Malaka juga Harus dipikulkan Kayu dari Bintan sebagai Tiangnya.

Bentan menopang malaka berabad lamanya Setiap Laksamana Malaka menjadi Keharusan dan Kepatutan ialah yang iyanya harus berasal dari Bentan, maka tiada jeda Putus hingga Ke Laksamana Hang Tuah hingga anak dan menantunya. 

Bintan sekali lagi memainkan peranannya sebagai Tanah Ibu Bangsa Melayu, Ketika malaka berhasil ditawan oleh POrtugis 1511, maka bentan adalah tujuan Penyelamatan Dinasti Melayu Yang Agong, bentan tak pernah mengecewakan bangsa melayu ibarat Ibu Yang Takkan membiarkan anaknya celaka begitulah bintan,  

Namun seiring waktu Bintan yang berkali kali disebut sepanjang text sejarah melayu kini seakan mula hendak di hapuskan secara pelan namun pasti dari Ingatan Diasporanya, tanah semenanjung yang berapa puluh tahun silam masih meletakkan nama bintan sebagai pangkal kini seakan ingin merubah mata Kompas sejarah, maka Daulatlah anak raja-raja trah bukit siguntang yang masih bersemenda di tanah bentan, yaitu Sri Paduka Tuan Tunku Muhmmad Amin As-Syah Alam keturunan dari pada Tun Telanai yang menjadi pepucuk pimpinan Adat Istiadat Diraja Bentan mengeluarkan Titah, memberi Mandat dan Kuaa kepada salah satu Investor Penanaman Modal Asing di Pulau Bintan yang berasal dari Melaka, yang pada tahun silam diberikan Darjah Kerabat Bintan, pada Tanggal 15 Maret 2025 bersamaan 15 Ramadhan 1446 H di tetapkan menjadi Perwakilan Yang DIpertuan untuk melaksanakan Tugas-tugas Kebajikan dan Pelkestarian Budaya Bintan di Malaysia terutama Malaka sebagai Tanah dimana Melayu Asal Bentan Pernah Begitu Jayanya, maka diberilah Jawatan sebagai DATUK MUDA MALAKA yang bermakna Perwakilan Sripaduka Baginda di Tanah Melaka. Yang telah mendirikan satu Pertubuhan (Organisasi masa) dimalaysia yang bernma PERTUBUHAN KEBAJIKAN DAN KEBUDAYAAN BENTAN di MELAKA.

Pelantikan YM. Dato’ Sri Zulkifli Bin Haji Ibrahim begitu khidmat dilaksanakan di Boolroom Hotel Aston Tanjungpinang bersamaan hari Keputraan Sri Paduka Baginda Yang dipertuan Bentan, pemberian Watikah dan Pingat Pelaksana Raja dengan Gelaran Datuk Muda adalah satu manah tertinggi dalam penetapan Ahli Kepercayaan Sripaduka Baginda Yangdipertuan Bentan.- acara tersebut juga memberikan Bindang dan darjah kebesaran kepa Staf Khusus KSAD Kolonel (Inf) Edy Agus yang merupakan Trah Keturunan Laksamana Khoja Hasan menantu Hang Tuah yang sempat menjadi laksamana Malaka , yang kemudian hari membangun Sunda Kelapa menjadi Jayakarta . inilah sebuah persimpaian, sejarah pasti akan mengaitkan kembali sesatu yang terlepas, Jakarta dan malaka adalah penentu Kejayaan Nusantara disatu masa lalu***