Suasana Tak Biasa di Lapas Pasir Pengaraian, Puluhan Wartawan Hadiri Coffee Talk

Redaksi - Rokan Hulu

ROKAN HULU (SN) — Ruang pendaftaran Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Kamis (3/9/2026), mendadak ramai. Jika biasanya ruangan tersebut dipenuhi keluarga warga binaan, kali ini puluhan wartawan dari berbagai media di Kabupaten Rokan Hulu tampak memadati lokasi.

Para awak media hadir atas undangan Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian dalam kegiatan coffee talk. Pertemuan dikemas secara santai tanpa podium maupun sambutan formal. Para peserta duduk melingkar sambil berbincang dan menikmati secangkir kopi.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Efendi Purba, hadir langsung menemui awak media. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap pertanyaan maupun konfirmasi dari wartawan terkait berbagai kegiatan di lingkungan Lapas.

"Silakan datang ke kantor bila ada yang perlu ditanyakan," ujar Efendi.

Menurutnya, komunikasi secara langsung dinilai lebih efektif dibandingkan hanya melalui pesan singkat. Ia mengaku tidak selalu dapat fokus memantau telepon seluler karena padatnya aktivitas dan kegiatan di Lapas.

Karena itu, Efendi mempersilakan wartawan datang langsung ke kantor dan terlebih dahulu berkoordinasi dengan bagian hubungan masyarakat (humas).

"Kadang saya tidak fokus ke handphone. Oleh karena itu, silakan datang saja ke kantor, jumpai humas. Kalau di kehumasan tidak bisa memberikan jawaban, naik ke saya. Kan ada jenjangnya," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Pasir Pengaraian juga memperkenalkan pejabat baru. Fredy Siregar resmi menjabat sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP).

Dengan penuh kerendahan hati, Fredy memperkenalkan diri sekaligus meminta dukungan dari insan pers. Ia menyadari bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan Lapas kepada masyarakat.

"Tanpa media, kegiatan kami tidak akan diketahui masyarakat," ujarnya.

Suasana pertemuan berlangsung cair. Para wartawan leluasa menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari pembinaan warga binaan, pengamanan, hingga pelayanan di lingkungan Lapas. Pertanyaan tersebut dijawab secara terbuka oleh Kalapas bersama jajaran.

Di penghujung pertemuan, Efendi menyampaikan pesan agar hubungan antara Lapas dan media terus terjalin dengan baik.

"Kami tidak anti kritik. Kami butuh media sebagai mitra. Kalau ada yang kurang, sampaikan. Mari kita benahi bersama-sama demi pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat," pungkasnya.(Dr)