Dosen Universitas Karimun: Penerapan Full Day School Harus Disesuaikan dengan Kesiapan Sekolah

Redaksi - Kabupaten Karimun

KARIMUN (SN) – Dosen Universitas Karimun, Azmi, S.IP., M.IP., menilai penerapan kebijakan Full Day School di tingkat Sekolah Dasar (SD) perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing sekolah, kesiapan sumber daya, serta kebutuhan peserta didik di setiap daerah.

Menurut Azmi, kebijakan tersebut memiliki tujuan yang positif, yakni meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat pendidikan karakter, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan bakat dan minat siswa melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

"Pada prinsipnya, kebijakan Full Day School dapat memberikan manfaat apabila didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana, tenaga pendidik yang memadai, serta dukungan orang tua dan masyarakat. Implementasinya harus disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan agar tujuan peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai secara optimal," ujar Azmi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan para pemangku kepentingan. Durasi belajar yang lebih panjang berpotensi menimbulkan kelelahan fisik maupun mental pada peserta didik apabila tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup, aktivitas bermain, serta metode pembelajaran yang sesuai dengan usia anak.

Selain itu, Azmi menilai tidak semua sekolah memiliki fasilitas dan sumber daya yang memadai untuk menerapkan kebijakan tersebut secara optimal.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan peran keluarga. Menurutnya, keluarga tetap menjadi lingkungan utama dalam pembentukan karakter anak, sehingga kebijakan pendidikan harus tetap memberikan ruang bagi interaksi yang berkualitas antara anak dan orang tua.

Sebagai akademisi di bidang administrasi publik, Azmi berpandangan bahwa setiap kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kajian ilmiah, didukung data empiris, serta dievaluasi secara berkala. Langkah tersebut penting untuk memastikan kebijakan yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

"Keberhasilan suatu kebijakan tidak hanya diukur dari tujuan yang dirumuskan, tetapi juga dari kualitas implementasi, kesiapan sumber daya, serta dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, evaluasi dan penyempurnaan kebijakan harus terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional," tutup Azmi.(sam)