Pariyal Apresiasi Misharti, Workshop PGRI Perkuat Kompetensi Kepala Sekolah

Redaksi - Kampar

BANGKINANG (SN) — Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kampar dinilai memberikan bekal penting bagi kepala sekolah dalam memperkuat tata kelola pendidikan, mulai dari pengelolaan keuangan dan administrasi hingga mengantisipasi persoalan hukum di lingkungan sekolah.

Kepala SMAN 2 XIII Koto Kampar, Pariyal, mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menambah wawasan dan pemahaman kepala sekolah, terutama dalam mengelola Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) agar tepat sasaran, sesuai aturan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Acara yang diselenggarakan PGRI ini sangat bagus dan bermanfaat sekali. Bagi kami kepala sekolah, kegiatan ini menambah wawasan dan pengetahuan, terutama tentang pengelolaan dana BOS supaya tepat sasaran,” kata Pariyal, Kamis (22/10/2026), usai mengikuti workshop.

Ia menilai, materi yang disampaikan para narasumber menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi dan keuangan sekolah. Dengan pemahaman yang lebih baik, kepala sekolah diharapkan mampu memastikan setiap penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan serta memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Pariyal juga mengapresiasi kehadiran narasumber dari unsur kepolisian, kejaksaan, serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Materi yang diberikan dinilai membantu kepala sekolah memahami batas kewenangan, kewajiban, serta pentingnya menjalankan tugas berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama workshop tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan anggaran, tetapi juga mencakup berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari pengelolaan guru dan tenaga kependidikan (GTK), pendataan peserta didik, hingga administrasi sekolah.

“Dengan ilmu yang diberikan para narasumber, kami akan lebih fokus dan profesional dalam mengelola GTK, data murid, maupun keuangan. Semuanya harus berpedoman pada aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pariyal menilai workshop tersebut turut membuka ruang koordinasi dan komunikasi antara kepala sekolah, PGRI, serta aparat penegak hukum. Hal ini penting agar setiap persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pendidikan dapat dikonsultasikan dan ditangani sesuai prosedur.

“Kalau ada sesuatu yang terjadi di sekolah, kami sudah bisa berkolaborasi dengan PGRI dan aparat penegak hukum untuk berkoordinasi,” katanya.

Ia berharap workshop peningkatan kompetensi kepala sekolah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang relevan terhadap tantangan dunia pendidikan. Dengan demikian, semakin banyak kepala sekolah yang memperoleh pemahaman untuk menjalankan tugas secara profesional, tertib administrasi, dan taat hukum.

Pariyal juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua PGRI Kabupaten Kampar, Misharti, atas komitmennya dalam membimbing anggota dan mendorong peningkatan kompetensi kepala sekolah.

“Bu Misharti luar biasa dalam membimbing anggota PGRI, terutama dalam meningkatkan kompetensi kepala sekolah. Kami memberikan apresiasi yang luar biasa dan berharap kegiatan serupa ke depan bisa lebih sering dilaksanakan,” tutupnya.(Ilh)