Misharti Tuai Apresiasi BGN, 13 SPPG di Kampar Diproyeksikan Segera Beroperasi
Redaksi - Kampar
Selasa, 13 Okt 2026 20:43 WIB
KAMPAR (SN) — Sebanyak 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kampar diproyeksikan segera beroperasi. Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan seluruh mitra agar mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan petunjuk teknis yang berlaku demi menjamin pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal, aman, dan tepat sasaran.
Penegasan tersebut disampaikan Koordinator Wilayah BGN Perwakilan Kabupaten Kampar, Argon Gusto, dalam kegiatan sosialisasi dan sinergisitas pelaksanaan MBG di Aula Balai Bupati Kampar, Selasa (13/10/2026).
Argon menegaskan, keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya bergantung pada kesiapan SPPG, tetapi juga pada kuatnya koordinasi antara pemerintah daerah, BGN, Satgas MBG, yayasan, dan seluruh mitra pelaksana.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, khususnya Kepala Satgas MBG Kabupaten Kampar yang juga Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti.
“Kami dari BGN sangat berterima kasih kepada Pemkab Kampar, khususnya Kepala Satgas MBG Kampar, Dr. Hj. Misharti, yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” ujar Argon.
Menurutnya, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan program MBG terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BGN, dan mitra, kita ingin memastikan Program MBG berjalan dengan baik sehingga anak-anak Kampar dapat menjadi generasi emas pada 2045,” katanya.
Mitra Diminta Tidak Saling Menyalahkan
Dalam pelaksanaannya, Argon mengingatkan agar seluruh pihak menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai kewenangan masing-masing. Apabila muncul kendala, penyelesaiannya harus mengedepankan koordinasi dan kerja sama, bukan saling menyalahkan.
“Jangan ada lagi saling menyalahkan. Mari kita bahu-membahu menjalankan program ini sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar pelaksanaannya tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan mekanisme pengaktifan kembali SPPG yang berstatus suspend atau penghentian sementara operasional. Menurutnya, proses tersebut dapat dilakukan setelah pihak terkait mengajukan permohonan dan memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan.
Selanjutnya, dilakukan pengecekan dan pelaporan kepada pimpinan BGN untuk mendapatkan tindak lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Apresiasi Inovasi Satgas MBG Kampar
Selain menekankan kepatuhan terhadap SOP, Argon turut mengapresiasi peran Satgas MBG Kabupaten Kampar yang dinilai aktif memberikan masukan dan menghadirkan inovasi untuk memperkuat pelaksanaan program.
Salah satu upaya yang mendapat perhatian ialah pengembangan sistem SIGAP, yang menghubungkan sekolah, puskesmas, dan pihak terkait guna memperkuat koordinasi serta mendukung pelayanan program MBG.
Argon berharap inovasi tersebut dapat membantu meningkatkan efektivitas koordinasi antarinstansi sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat ditangani lebih cepat dan tepat.
Ia kembali mengingatkan seluruh mitra agar tidak mengabaikan petunjuk teknis, menjaga tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas, serta menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Harapan saya, mari kita bersama-sama menyukseskan program Presiden ini. Kita jalankan tugas sesuai aturan, perkuat koordinasi, dan utamakan kepentingan masyarakat,” tutup Argon.
Dengan penguatan sinergi dan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan, pengoperasian SPPG di Kabupaten Kampar diharapkan semakin optimal sehingga manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.(Ilh)