Presiden Prabowo Apresiasi Penanganan Karhutla Riau, Kapolda Herry: Api Harus Padam, Masyarakat Terlindungi
Redaksi - Pekanbaru
Senin, 24 Agu 2026 20:38 WIB
PEKANBARU (SN) — Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan seluruh jajaran saat ini fokus menuntaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memastikan masyarakat terlindungi dari dampaknya.
Hal itu disampaikan Herry menyusul perhatian dan apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap penanganan karhutla di Riau. Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi seluruh unsur yang selama ini bekerja menangani karhutla.
“Apa yang disampaikan Bapak Presiden tentu menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami. Namun, yang paling utama hari ini adalah menuntaskan tugas. Api harus padam, masyarakat harus terlindungi, dan seluruh personel yang bekerja di lapangan harus kembali dengan sehat dan selamat,” kata Herry, Senin (24/8/2026).
Herry menegaskan, penanganan karhutla di Riau bukan merupakan kerja satu atau dua pihak. Di balik setiap titik api yang berhasil dikendalikan, terdapat personel Polri, prajurit TNI, BPBD, Manggala Agni, BNPB, pemerintah daerah, relawan, Masyarakat Peduli Api, tenaga kesehatan hingga masyarakat yang bersama-sama bekerja di lapangan.
Sebagian personel bahkan telah berhari-hari berada di kawasan terdampak, menembus asap dan medan gambut untuk melakukan pemadaman serta pendinginan guna memastikan api tidak kembali menyala.
“Kalau hari ini penanganan karhutla mendapat perhatian dan apresiasi dari Bapak Presiden, maka penghargaan itu juga menjadi milik seluruh anggota, prajurit dan semua pihak yang bekerja di lapangan. Mereka yang berada di depan, menghadapi panas dan asap, siang dan malam. Mereka yang harus kita jaga dan kita beri semangat,” ujarnya.
Herry mengatakan dirinya bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo akan terus mengawal penanganan karhutla bersama seluruh unsur terkait hingga kondisi benar-benar terkendali.
Ia meminta seluruh personel tetap menjaga soliditas, keselamatan dan semangat dalam menjalankan tugas. Menurutnya, berbagai dinamika yang berkembang tidak boleh mengalihkan perhatian dari tanggung jawab utama yang saat ini dihadapi.
“Saya meminta seluruh anggota dan prajurit tetap fokus pada tugas di lapangan. Apa pun dinamika yang berkembang, tanggung jawab kita hari ini adalah memastikan api padam dan masyarakat terlindungi,” tegasnya.
Bagi Herry, keberhasilan penanganan karhutla pada akhirnya bukan diukur dari siapa yang mendapatkan apresiasi, melainkan dari kondisi yang dirasakan masyarakat setelah seluruh operasi kemanusiaan tersebut selesai.
“Yang kita inginkan sederhana. Api padam, langit Riau kembali bersih, masyarakat bisa bernapas dengan tenang, dan seluruh anggota serta prajurit kita kembali dalam keadaan sehat dan selamat. Itu yang sekarang kami perjuangkan bersama,” pungkas Herry.***