BPMP Riau Puji Respons Cepat Pemkab Kampar Benahi SD Kelas Jauh Sungai Agung
Redaksi - Kampar
Rabu, 30 Sep 2026 13:46 WIB
KAMPAR (SN) — Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dalam menangani kondisi SD kelas jauh SDN 007 Sungai Agung, Kecamatan Tapung, yang menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala BPMP Provinsi Riau, Nilam Suri, saat mengunjungi langsung sekolah yang berada di wilayah Sungai Agung. Kunjungan dilakukan untuk melihat kondisi sarana dan prasarana sekaligus memastikan proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah tersebut.
Nilam menjelaskan, sekolah yang dikunjungi merupakan kelas jauh dari SDN 007 Sungai Agung, dengan sekolah induk berada di Dusun I Sungai Agung. Sekolah tersebut telah berdiri sejak 2004 dan saat ini melayani sebanyak 18 siswa dengan tiga ruang kelas. Proses pembelajaran masih menerapkan sistem kelas rangkap.
“Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 2004. Artinya, sudah 22 tahun memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Kami melihat langsung kondisi sekolah dan proses pembelajaran yang berlangsung,” kata Nilam, dikutip dari unggahan Facebook BPMP Provinsi Riau yang diunggah Selasa (29/9/2026).
Selain meninjau kondisi sarana pendidikan, BPMP Riau juga memberikan perhatian terhadap dedikasi para guru yang selama bertahun-tahun tetap memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat di wilayah tersebut.
Salah satunya Rohmawati, guru yang telah mengabdi selama 22 tahun di sekolah tersebut.
Menurut Nilam, viralnya kondisi SD kelas jauh tersebut justru dapat menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Ia juga mengapresiasi Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Kampar Misharti yang dinilai cepat merespons persoalan tersebut dengan turun langsung ke lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Bupati Kampar Bapak Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Ibu Misharti yang langsung memberikan perhatian terhadap kondisi SD kelas jauh ini,” ujarnya.
Nilam menyebut Pemkab Kampar telah menunjukkan komitmen untuk membangun dua ruang kelas permanen yang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti toilet dan sarana air bersih.
Namun, menurutnya, penanganan sekolah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Aspek keamanan, kenyamanan serta mutu proses pembelajaran juga harus menjadi perhatian.
BPMP Riau, kata Nilam, akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar kebutuhan sekolah tersebut dapat memperoleh dukungan. Program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan diharapkan dapat menjangkau sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil maupun jauh dari sekolah induk.
Selain itu, BPMP Riau juga akan mendorong pendataan terhadap sekolah kelas jauh lainnya di Provinsi Riau yang belum mendapatkan perhatian secara optimal.
Langkah tersebut dinilai penting agar keberadaan sekolah kelas jauh dapat teridentifikasi dan persoalan yang dihadapi dapat ditangani secara lebih sistematis.
“Kita juga akan melakukan pendataan, apakah masih ada sekolah kelas jauh lain yang selama ini belum terlihat oleh kita. Yang paling penting adalah anak-anak harus mendapatkan pendidikan yang aman, nyaman dan bermutu,” kata Nilam.
Terkait viralnya kondisi SD kelas jauh SDN 007 Sungai Agung, Nilam berharap perhatian publik dapat menjadi momentum untuk melakukan perbaikan, bukan menjadi ruang untuk saling menyalahkan.
“Video yang viral ini membuka ruang bagi siapa saja untuk memberikan masukan. Kami berharap masukan disampaikan secara positif sehingga benar-benar memberikan manfaat dan mendorong perbaikan,” ujarnya.
Nilam berharap sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat sehingga peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak di Sungai Agung dapat dilakukan secara lebih cepat.
“Kami berharap perhatian ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan belajar anak-anak di Sungai Agung,” pungkasnya. (Ilh)