ISPU 203, Dinkes Kampar Segera Koordinasi dengan Disdikpora Lindungi Siswa dari Asap
Redaksi - Kampar
Kamis, 17 Sep 2026 11:52 WIB
KAMPAR (SN) — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul kualitas udara di wilayah Bangkinang dan sekitarnya yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari stasiun pemantauan kualitas udara yang berada di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar, Jalan Tuanku Tambusai, Bangkinang, angka ISPU tercatat 203 pada Kamis (17/9/2026) pukul 11.20 WIB.
Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak serta warga yang memiliki penyakit saluran pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra, melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan (Yankes), dr. Siti Valiani, mengatakan masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk.
“Kalau untuk kita dari Dinas Kesehatan, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, kemudian jangan lupa menggunakan masker,” ujar Siti Valiani, Kamis (17/9/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker. Sementara warga yang berada di dalam rumah disarankan menutup jendela apabila kondisi udara di luar dipenuhi asap.
Khusus anak-anak, Dinkes Kampar mengingatkan agar untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Hal ini juga perlu menjadi pertimbangan dalam kegiatan sekolah yang mengharuskan siswa beraktivitas di luar ruangan.
Selain mengurangi paparan udara luar, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan vitamin, serta memperbanyak minum air putih.
Warga dengan penyakit pernapasan diminta lebih waspada
Dinkes Kampar juga mengingatkan masyarakat yang memiliki penyakit asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), emfisema, bronkitis kronis, maupun penyakit paru lainnya agar lebih waspada terhadap kondisi udara saat ini.
Kelompok tersebut dianjurkan menghindari aktivitas di luar rumah dan tetap menggunakan masker apabila harus keluar rumah, terutama di wilayah yang terdampak kabut asap.
Paparan udara dengan kualitas buruk dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Karena itu, pembatasan aktivitas di luar ruangan penting dilakukan selama kualitas udara belum membaik.
Masyarakat juga diminta segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gejala berat, seperti sesak napas berat, nyeri dada, bibir membiru, kebingungan, atau kesulitan berbicara akibat sulit bernapas.
Warga yang mengalami kondisi tersebut dianjurkan segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Dinkes Koordinasi dengan Disdikpora
Terkait kegiatan belajar mengajar di sekolah, Dinkes Kampar akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk membahas langkah yang perlu diambil guna melindungi kesehatan siswa dari dampak buruk kualitas udara. Dinkes memastikan komunikasi dengan Disdikpora akan dilakukan secepatnya tanpa harus menunggu pertemuan secara langsung.
Sementara itu, dampak kabut asap terhadap kesehatan warga Kampar mulai terlihat. Dinkes Kabupaten Kampar mencatat 1.297 kasus ISPA sepanjang 1–14 September 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kualitas udara di sejumlah wilayah Kampar masih terdampak kabut asap. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan yang memburuk.(Ilh)