Gelar Adat Bupati Anton Bukan Sekadar Kehormatan, tetapi Amanah untuk Membangun Rokan Hulu
Redaksi - Rokan Hulu
Kamis, 08 Okt 2026 08:42 WIB
ROKAN HULU, RIAU (SN) — Penabalan gelar adat kepada Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, tidak hanya menjadi bentuk penghormatan dalam tradisi Melayu, tetapi juga membawa pesan tentang tanggung jawab, integritas, dan komitmen seorang pemimpin dalam mengemban amanah masyarakat.
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hulu secara resmi menganugerahkan gelar Datuk Seri Setia Amanah Baginda Jabaringin kepada Anton dalam prosesi adat yang berlangsung pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penabalan gelar kehormatan bagi sejumlah pimpinan daerah di Negeri Seribu Suluk.
Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7–8 Oktober 2026, Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, juga menerima gelar Datuk Timbalan Seri Setia Amanah Bijaksano Tuah Nogoi. Sejumlah pimpinan DPRD turut memperoleh gelar kehormatan adat.
Gelar Adat Mengandung Amanah dan Tanggung Jawab
Dalam tradisi Melayu, gelar adat tidak semata-mata melambangkan kehormatan, tetapi juga mencerminkan nilai moral dan tanggung jawab yang melekat pada penerimanya. Penabalan gelar kepada pimpinan daerah pun dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah, pemangku adat, dan masyarakat.
Penghormatan tersebut sekaligus membawa harapan agar nilai-nilai yang terkandung dalam gelar adat dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat.
Amanah seorang pemimpin tidak cukup hanya tercermin dalam simbol dan prosesi adat. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga persatuan, melestarikan budaya Melayu, serta mendorong pembangunan yang adil dan merata.
Kinerja dan Pelayanan Publik Menjadi Tolok Ukur
Keberhasilan seorang pemimpin pada akhirnya tidak hanya dinilai dari penghormatan yang diterima, tetapi juga dari manfaat kebijakan dan pembangunan yang dirasakan masyarakat.
Berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan lingkungan, hingga penyelesaian persoalan sosial, tetap menjadi bagian penting dari tanggung jawab pemerintah daerah.
Karena itu, gelar yang disandang diharapkan menjadi pengingat akan besarnya tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan. Keberhasilan kepemimpinan dapat tercermin dari kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan, keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi, serta hadirnya kebijakan yang memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Semakin besar penghormatan yang diberikan, semakin besar pula harapan masyarakat terhadap pemimpin yang mampu menjaga integritas dan menjalankan amanah secara konsisten.
Menjaga Marwah Adat dan Kepercayaan Masyarakat
Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Negeri Seribu Suluk, Rokan Hulu memiliki tradisi Melayu dan kehidupan adat yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakatnya.
Pelestarian adat tidak hanya berkaitan dengan gelar kehormatan atau pelaksanaan seremoni, tetapi juga menyangkut upaya menjaga nilai kesantunan, musyawarah, persatuan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Gelar Datuk Seri Setia Amanah Baginda Jabaringin kini menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan Anton. Gelar tersebut diharapkan sejalan dengan komitmen untuk terus membangun Rokan Hulu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, gelar kehormatan dapat diberikan melalui prosesi adat, tetapi kepercayaan publik harus terus dipelihara melalui kerja nyata, kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, serta pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan bersama.(DR)