Kabut Asap Belum Reda, Gowes Pemkab Kampar Tuai Sorotan Mengapa Tak Diundur?

Redaksi - Kampar

KAMPAR (SN) — Rencana Pemerintah Kabupaten Kampar menggelar kegiatan Gowes Silaturahmi Fun & Adventure Kampar Bersepeda pada Minggu (20/9/2026) menuai sorotan publik. Pasalnya, kegiatan olahraga yang melibatkan aktivitas fisik di ruang terbuka tersebut dijadwalkan berlangsung saat kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kampar, khususnya Bangkinang Kota.

Kegiatan yang dipusatkan di Bangkinang River Side itu dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB. Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT bersama Wakil Bupati Kampar Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., dijadwalkan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan poster yang beredar, kegiatan mengusung tema “Fun & Adventure Kampar Bersepeda”. Selain menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan, peserta juga dijanjikan berbagai doorprize, mulai dari sepeda motor, sepeda, televisi, perlengkapan rumah tangga hingga hadiah lainnya.

Namun, di balik konsep kegiatan yang terlihat meriah tersebut, muncul pertanyaan besar mengenai ketepatan momentum pelaksanaannya.

Sejumlah masyarakat mempertanyakan mengapa kegiatan olahraga luar ruangan tetap dijadwalkan ketika pemerintah melalui instansi terkait justru mengimbau masyarakat, termasuk anak-anak, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan akibat kondisi udara yang kurang sehat.

“Momennya kurang tepat. Ketika anak-anak dan masyarakat dihimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan karena kabut asap, justru kita membuat kegiatan gowes yang melibatkan banyak orang. Apakah tidak bisa diundur?” ujar salah seorang netizen melalui media sosial, Kamis (17/08/2026).

Sorotan tersebut dinilai bukan semata-mata menolak kegiatan olahraga maupun silaturahmi. Persoalan utamanya adalah konsistensi pemerintah dalam memberikan contoh kepada masyarakat terkait perlindungan kesehatan di tengah kondisi kualitas udara yang sedang bermasalah.

Gowes merupakan aktivitas fisik yang membuat seseorang bernapas lebih cepat dan lebih dalam. Karena itu, apabila kualitas udara sedang buruk akibat kabut asap, risiko paparan polutan bagi peserta patut menjadi pertimbangan serius, terlebih kegiatan dilaksanakan pada pagi hari dan melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

Pemerintah Kabupaten Kampar semestinya tidak hanya melihat kegiatan tersebut dari sisi hiburan, silaturahmi dan promosi olahraga, tetapi juga mempertimbangkan kondisi lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Apalagi, pesan yang dicantumkan dalam poster kegiatan adalah “Sehat Bersama, Masyarakat yang Lebih Baik.” Pesan tersebut tentu akan terasa kontradiktif apabila kegiatan olahraga justru dilaksanakan tanpa mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang sedang tidak baik.

Pertanyaan publik pun sederhana: jika masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan karena kabut asap, mengapa pemerintah justru menggelar kegiatan yang mengharuskan masyarakat beraktivitas di luar ruangan?

Bukan berarti kegiatan Gowes Silaturahmi harus dibatalkan. Namun, pemerintah dinilai dapat mempertimbangkan opsi menunda atau menjadwal ulang kegiatan hingga kondisi udara kembali lebih aman.

Kesehatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama. Doorprize, kemeriahan acara dan agenda silaturahmi tentu tidak sebanding jika sampai mengabaikan faktor keselamatan peserta.

Kini, publik menunggu sikap Pemerintah Kabupaten Kampar. Apakah kegiatan tetap dilaksanakan sesuai jadwal, atau pemerintah memilih mengambil langkah bijak dengan menyesuaikan agenda berdasarkan kondisi kualitas udara di lapangan?

Sebab, dalam situasi kabut asap seperti saat ini, memberikan contoh kehati-hatian kepada masyarakat juga merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah.(Ilh)