Lestarikan Warisan Budaya Melayu, Misharti Dorong Pacu Sampan Buluh Cina Jadi Agenda Budaya Kampar

Redaksi - Kampar

KAMPAR (SN) — Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., mendorong tradisi pacu sampan di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu menjadi agenda budaya Kabupaten Kampar. Tak sekadar mempertahankan warisan tradisi masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi warga setempat.

Pacu sampan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Desa Buluh Cina. Pemerintah Kabupaten Kampar mengajak masyarakat untuk hadir dan menyaksikan langsung perlombaan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah tersebut.

Misharti menegaskan, pacu sampan memiliki nilai lebih dari sekadar perlombaan. Tradisi ini merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat yang perlu dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kita menjadikan pacu sampan ini sebagai agenda budaya Kabupaten Kampar. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk dapat hadir dan menyaksikan pacu sampan yang insyaallah akan digelar pada Jumat, tanggal 23 di Bulu Cina,” ujar Misharti, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, kegiatan budaya yang melibatkan banyak pengunjung harus dipersiapkan secara matang. Pemerintah desa, kecamatan, dan seluruh pihak terkait diminta bersinergi agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat setempat dan aparatur pemerintahan mampu menjadi tuan rumah yang baik dengan memberikan pelayanan ramah kepada para pengunjung.

“Kepada perangkat desa dan kecamatan, kami harapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik karena akan banyak masyarakat yang hadir. Layani para tamu dengan ramah agar mereka merasa nyaman,” katanya.

Pacu Sampan Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

Misharti berharap, meningkatnya kunjungan masyarakat ke Desa Buluh Cina tidak hanya menyemarakkan kegiatan budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian warga.

Menurutnya, keramaian selama kegiatan berlangsung dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha kecil, mulai dari berjualan makanan dan minuman hingga berbagai produk lokal lainnya.

Dengan demikian, pacu sampan berpotensi menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan pendapatan sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada pengunjung dari berbagai wilayah.

“Dengan adanya kegiatan budaya ini, kita berharap ekonomi masyarakat desa juga meningkat. Karena itu, mari kita sambut para tamu dengan baik dan jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkenalkan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap, pacu sampan di Buluh Cina dapat terus dikembangkan sebagai kegiatan budaya yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Dukungan pemerintah, partisipasi warga, serta kesiapan seluruh pihak dinilai menjadi kunci agar tradisi tersebut semakin dikenal luas.

Melalui kegiatan ini, pacu sampan diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menarik, tetapi juga menjadi sarana pelestarian tradisi, promosi potensi daerah, dan penguatan ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Kampar.(Ilh)