Memprihatinkan! Sekolah Berdinding Triplek di Tapung Viral, Disdikpora Kampar Siapkan Perbaikan

Redaksi - Kampar

KAMPAR (SN) — Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar berjanji segera menangani kondisi memprihatinkan gedung kelas jarak jauh UPT SDN 007 Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung.

Perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut mencuat setelah foto dan informasi mengenai bangunan sekolah yang masih berdinding triplek viral di media sosial.

Menindaklanjuti hal itu, Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar, Helmi, mengatakan pihaknya telah mengirimkan tim untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

Menurut Helmi, peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara teknis kondisi bangunan sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

"Rabu tim dari Dinas Dikpora langsung turun meninjau lokasi. Insya Allah, perbaikan akan segera ditangani melalui APBD Perubahan 2026," ujar Helmi, Selasa (15/9/2026).

Fasilitas Serba Terbatas

Guru kelas jarak jauh SDN 007 Sungai Agung, Rahmawati, mengungkapkan sekolah tersebut telah beroperasi sejak 19 Juli 2004.

Meski telah berdiri lebih dari dua dekade dan melayani pendidikan hingga kelas VI, kondisi fasilitas fisik sekolah hingga kini masih memprihatinkan.

Bangunan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar disebut sudah dalam kondisi lapuk dan darurat. Tidak hanya persoalan bangunan, sekolah tersebut juga menghadapi keterbatasan tenaga pengajar.

Saat ini, hanya terdapat dua orang guru yang harus menangani proses pembelajaran. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar harus menerapkan sistem rangkap kelas.

"Satu guru harus mengajar tiga kelas sekaligus dalam satu ruangan. Kami sangat berharap pemerintah daerah memberikan bantuan gedung yang layak karena kondisinya sudah sangat darurat," kata Rahmawati.

Meski menghadapi keterbatasan sarana dan tenaga pengajar, sekolah tersebut tetap berupaya memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

Rahmawati menyebutkan, selama beroperasi, sekolah itu telah meluluskan banyak siswa. Bahkan, sejumlah alumni disebut berhasil melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan meraih gelar sarjana.

Dengan adanya perhatian dari Disdikpora Kampar, pihak sekolah berharap rencana perbaikan melalui APBD Perubahan 2026 dapat segera direalisasikan sehingga siswa dan guru dapat menjalankan proses pembelajaran di ruang yang lebih aman dan layak.(Ilh)