Misharti Ingatkan Anak Muda Kampar: Jangan Putus Asa, Selalu Ada Hikmah di Balik Ujian
Redaksi - Kampar
Minggu, 18 Okt 2026 13:04 WIB
KAMPAR (SN) — Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, mengajak generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Ia mengingatkan pentingnya memperkuat doa, menjaga hati, terus berikhtiar, serta senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT, bahkan ketika berada di titik terendah kehidupan.
Pesan tersebut disampaikan Misharti usai menghadiri tabligh akbar yang digelar Pemerintah Kabupaten Kampar bersama pengurus Islamic Center Bangkinang, Ahad (18/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan pendakwah Ustaz Hanan Attaki, Lc., dengan tema tausiah La Tahzan yang berarti jangan bersedih.
Misharti mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut. Ia secara khusus menyoroti kehadiran generasi muda, termasuk kalangan Gen Z, yang memadati lokasi acara untuk mendengarkan tausiah keagamaan.
Menurutnya, kehadiran Ustaz Hanan Attaki menjadi daya tarik bagi anak muda untuk lebih dekat dengan ajaran agama sekaligus mendapatkan motivasi dalam menghadapi tantangan kehidupan.
“Alhamdulillah, kegiatan tadi ramai dan dihadiri banyak anak muda. Ini menunjukkan bahwa generasi muda kita memiliki ketertarikan terhadap kajian agama. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan pencerahan dan motivasi bagi mereka dalam menjalani kehidupan,” ujar Misharti.
Ia menjelaskan, salah satu pesan penting dalam tausiah tersebut adalah bagaimana manusia menyikapi takdir dan berbagai ujian kehidupan. Menurutnya, setiap orang perlu menerima ketetapan Allah SWT dengan lapang dada, tanpa meninggalkan doa, usaha, dan semangat untuk memperbaiki keadaan.
Misharti menegaskan, persoalan hidup tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan harapan. Sebaliknya, setiap kesulitan harus menjadi momentum untuk memperkuat keyakinan, melatih kesabaran, dan membangun keberanian untuk bangkit.
“Pesan saya kepada anak-anak muda, jangan mudah menyerah. Apa pun yang ditakdirkan Allah kepada kita hari ini harus dijalani, tetapi kita juga harus terus berusaha dan berdoa. Jangan berhenti berjuang ketika menghadapi kesulitan,” tegasnya.
Selain memperkuat doa dan ikhtiar, Misharti mengingatkan pentingnya menjaga hati. Menurutnya, hati memiliki peran mendasar dalam membentuk perilaku, perkataan, serta cara seseorang menghadapi persoalan dan berinteraksi dengan orang lain.
Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk membiasakan diri berpikir positif, menjaga perkataan, berbuat baik kepada sesama, serta tidak mudah larut dalam kesedihan ketika menghadapi kegagalan.
“Jaga hati dan kuatkan hati, karena dari hati itulah lahir perkataan dan perbuatan kita. Berprasangka baiklah kepada Allah, sebab setiap kejadian pasti memiliki hikmah yang perlu kita pelajari,” tuturnya.
Misharti juga menyoroti kisah yang disampaikan Ustaz Hanan Attaki mengenai pengalaman kehilangan anggota keluarganya akibat tsunami Aceh. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi gambaran tentang beratnya ujian kehidupan sekaligus pentingnya menjaga keyakinan, memperbanyak doa, dan terus berikhtiar untuk melewati masa-masa sulit.
Ia menilai, pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran bagi generasi muda bahwa harapan tidak boleh hilang, sekalipun seseorang tengah menghadapi keadaan yang sangat berat.
Misharti berharap tabligh akbar tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pembentukan karakter generasi muda di Kabupaten Kampar.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai spiritual perlu berjalan seiring dengan upaya membangun mental yang tangguh agar anak muda mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan pegangan hidup.
“Dalam kondisi apa pun, termasuk ketika berada di titik terendah, kita harus bangkit dan terus berjuang. Jangan merasa sendirian, kuatkan iman, perbanyak doa, dan lakukan ikhtiar terbaik,” tutupnya.(Ilh)