Nur Nisha Dorong Kebun Raya Universitas Pahlawan Diperkuat sebagai Kawasan Konservasi

Redaksi - Pekanbaru

PEKANBARU (SN) — Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai kawasan konservasi, pendidikan, sekaligus pusat pembelajaran keanekaragaman hayati yang berkelanjutan.

Pandangan tersebut disampaikan Nur Nisha Mohd Idrus, narasumber dari Putrajaya Botanical Garden, Malaysia, dalam International Symposium 2026 yang mengangkat tema koridor keanekaragaman hayati di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (8/10/2026).

Menurut Nur Nisha, pengembangan kebun raya membutuhkan proses yang terencana dan tidak dapat dilakukan hanya dengan membangun kawasan serta mengumpulkan berbagai jenis tumbuhan. Keberlanjutan pengelolaan juga harus menjadi perhatian utama.

Ia menyebut, keberadaan simposium internasional menjadi kesempatan penting bagi para pengelola taman botani untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan kawasan konservasi.

“Ini satu event yang baik dan perlu diteruskan. Kita membutuhkan perkongsian atau berbagi pengalaman daripada berbagai latar belakang taman,” ujarnya.

Nur Nisha mengatakan, pengalaman sejumlah taman botani yang telah lebih dahulu berkembang, termasuk di Malaysia, dapat menjadi referensi bagi Universitas Pahlawan dalam membangun dan mengembangkan kebun rayanya.

Namun, ia menekankan bahwa tidak seluruh konsep dari taman botani lain harus diterapkan secara utuh. Setiap kawasan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.

“Tidak semuanya mungkin bisa diterapkan, tetapi bisa mengambil sedikit dari pengalaman taman-taman lain dan menjadikannya sebagai modal,” katanya.

Lebih jauh, Nur Nisha mengingatkan pentingnya memiliki perencanaan jangka panjang serta landasan kebijakan yang kuat. Menurutnya, kebun raya harus memiliki sistem pengelolaan yang mampu menjamin keberlanjutan kawasan meskipun terjadi pergantian pengelola ataupun kepemimpinan.

“Pada awalnya memang perlu banyak perbincangan dan perencanaan. Setelah itu perlu ada satu dasar supaya dasar itu diteruskan. Siapa pun pengelolanya, harus tetap diteruskan,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar keberadaan Kebun Raya Universitas Pahlawan mendapatkan status dan perlindungan yang jelas sebagai kawasan taman botani.

Menurutnya, penguatan status tersebut penting untuk memastikan kawasan tetap menjalankan fungsi konservasi dan edukasi serta tidak mudah dialihkan untuk kepentingan lain di kemudian hari.

“Kalau memungkinkan, taman itu perlu digazetkan sebagai taman botani supaya tidak bertukar menjadi taman lain,” ujarnya.

Nur Nisha menilai, semakin besar potensi sebuah kawasan, semakin besar pula kemungkinan munculnya kepentingan lain terhadap kawasan tersebut. Karena itu, perlindungan sejak awal dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kebun raya.

“Bila orang melihat ada potensi, akan ada juga pihak yang mungkin melihatnya untuk perkara lain. Mungkin nak dijadikan bukan taman botani, tetapi untuk perkara lain. Kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan,” pungkasnya.(Ilh)