Rektor UP Ajak Pakar Internasional Jelajahi Kebun Raya, Siapkan Pengembangan Kawasan hingga 130 Hektare

Redaksi - Kampar

KAMPAR (SN) — Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) terus memperkuat pengembangan Kebun Raya Universitas Pahlawan sebagai kawasan konservasi, pendidikan, dan penelitian keanekaragaman hayati. Upaya tersebut diperkenalkan kepada komunitas konservasi internasional melalui kunjungan lapangan dalam rangkaian International Symposium 2026 yang diselenggarakan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (9/10/2026).

Dipimpin Rektor UP, Prof. Dr. Amir Luthfi, kunjungan ini diikuti para pakar internasional dan perwakilan pengelola kebun raya dari sejumlah negara. Para delegasi diajak menjelajahi kawasan kebun raya untuk melihat langsung potensi hutan alami, keunikan kontur lahan, kekayaan tumbuhan lokal, serta sumber daya alam yang dapat dikembangkan untuk mendukung konservasi berkelanjutan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi UP untuk memperkenalkan potensi kebun raya di Kabupaten Kampar kepada dunia internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengelolaan kawasan konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Dalam penjelasannya, Amir mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan Kebun Raya UP berawal dari rencana perluasan kawasan kampus. Ketika melakukan pengadaan lahan di sekitar kampus utama, pihak universitas menemukan kawasan dengan karakteristik alam yang beragam, mulai dari hutan alami, lembah, hingga berbagai jenis pepohonan yang memiliki potensi ekologis.

“Awalnya, ide kebun raya ini bermula dari program perluasan kampus. Kami membeli lahan-lahan di sekitar kampus utama dan menemukan kawasan yang masih memiliki hutan alami, lembah, serta berbagai jenis pepohonan,” ujar Amir.

Potensi tersebut kemudian dikembangkan sejalan dengan visi universitas yang mengedepankan kualitas pendidikan (quality), kewirausahaan (entrepreneurship), dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Untuk mewujudkan gagasan itu, UP menjalin kerja sama dengan BRIN dalam pengembangan kebun raya. Pembangunan kawasan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pada akhir 2023.

Seiring proses pengembangan, universitas melihat semakin besarnya potensi kawasan tersebut. Kontur lahan yang beragam menjadi salah satu karakteristik yang dapat mendukung pengembangan habitat tumbuhan, kegiatan penelitian, serta pembelajaran lingkungan.

“Setelah dikembangkan, ternyata kontur lahan yang kami miliki sangat bagus dan memiliki keunikan tersendiri. Karena itu, kami melihat kawasan di luar kampus utama ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut,” katanya.

Siapkan Pengembangan Kawasan hingga 130 Hektare

Pengembangan Kebun Raya UP direncanakan tidak berhenti pada kawasan yang telah dibangun saat ini. Universitas juga menyiapkan perluasan melalui pengadaan lahan di sekitar Jalan Lingkar dengan luas lahan yang telah dibebaskan dan direncanakan untuk pengembangan mencapai sekitar 130 hektare.

Dalam perencanaannya, kawasan kebun raya dibagi menjadi sejumlah zona. Area yang saat ini dikembangkan ditetapkan sebagai Zona A, sedangkan kawasan di sekitar Jalan Lingkar direncanakan menjadi Zona B.

Amir menjelaskan, Zona B memiliki potensi alam yang menarik untuk dikembangkan, termasuk keberadaan sejumlah mata air dan bentang alam yang mendukung upaya konservasi.

“Di kawasan Zona B juga terdapat mata air yang menjadi bagian dari potensi alam yang ingin kita jaga. Karena itu, pengembangan kebun raya ini akan terus kita lanjutkan secara bertahap,” ungkapnya.

Menurut Amir, perluasan kawasan tidak semata-mata berorientasi pada penambahan luas lahan. Lebih dari itu, pengembangan tersebut merupakan bagian dari komitmen universitas untuk menjaga lingkungan sekaligus menghadirkan manfaat bagi pendidikan, penelitian, dan masyarakat.

Pohon Sialang Jadi Perhatian dalam Pelestarian Tumbuhan Lokal

Selain menjaga kawasan hutan alami, UP juga memprioritaskan pembenahan lingkungan dan pelengkapan koleksi tumbuhan. Pengembangan koleksi dilakukan dengan mempertahankan tumbuhan yang telah tumbuh secara alami serta menambah jenis tanaman dari luar kawasan sesuai kebutuhan konservasi.

Amir menyebutkan, sejumlah tumbuhan lokal yang memiliki potensi untuk dipertahankan dan dikembangkan antara lain rotan, belimbing hutan, serta pohon sialang.

Pohon sialang menjadi salah satu kekayaan hayati yang mendapat perhatian karena memiliki nilai ekologis dan berkaitan dengan karakteristik lingkungan setempat. Keberadaannya menjadi bagian penting dari potensi alam yang perlu dijaga dalam pengembangan kebun raya.

“Kita akan terus membenahi dan melengkapi koleksi, baik tumbuhan yang berasal dari sini maupun yang didatangkan dari luar kawasan. Kita ingin koleksi kebun raya ini semakin lengkap,” kata Amir.

Ia menegaskan, pengembangan koleksi tumbuhan akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan konservasi dan karakteristik kawasan. Dengan demikian, Kebun Raya UP diharapkan dapat berkembang menjadi ruang pelestarian tumbuhan sekaligus pusat pembelajaran keanekaragaman hayati.

Perkuat Kolaborasi Internasional

Penyelenggaraan International Symposium 2026 menjadi momentum bagi UP untuk memperkenalkan potensi kebun raya kepada para pakar dan pengelola kebun raya dari berbagai negara, di antaranya Singapura, Australia, Malaysia, Belanda, dan China.

Pertemuan tersebut diharapkan mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pengembangan kerja sama dalam pengelolaan kebun raya, penelitian, dan pelestarian lingkungan.

“Kita ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa di Riau, khususnya di Kabupaten Kampar, terdapat kebun raya yang memiliki potensi untuk dikembangkan hingga bertaraf internasional,” ujar Amir.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BRIN atas dukungan dalam pengembangan Kebun Raya UP. Menurutnya, penghargaan pemerintah kepada UP sebagai perguruan tinggi swasta yang membangun kebun raya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan tersebut.

“Kami tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan. Kebun raya ini akan terus kita kembangkan melalui program-program yang lebih baik,” tuturnya.

Amir berharap, melalui dukungan lembaga penelitian, pemerintah, komunitas konservasi, dan mitra internasional, Kebun Raya UP dapat berkembang menjadi kawasan multifungsi yang mengintegrasikan konservasi tumbuhan, pendidikan lingkungan, penelitian ilmiah, serta pengembangan pengetahuan bagi masyarakat.

Harapan itu sejalan dengan tema International Symposium 2026, yakni “Bridging Fragmentation: The Role of Botanical Gardens and Campus Preservation Areas as Biodiversity Corridors Supporting Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS).”

Tema tersebut menekankan peran kebun raya dan kawasan preservasi kampus dalam menjaga keterhubungan ekosistem, mengurangi dampak fragmentasi habitat, serta mendukung pelestarian Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra atau Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS).

Menurut Amir, upaya konservasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

“Kita bersyukur memiliki lahan dengan potensi alam yang baik. Sebagai bentuk rasa syukur, kita ingin menjaga dan mengembangkannya agar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia pendidikan, serta pelestarian keanekaragaman hayati,” katanya.

Penanaman Pohon Jadi Simbol Komitmen Konservasi

Setelah menjelajahi kawasan melalui kegiatan trekking dan menikmati jajanan khas Kabupaten Kampar, para delegasi melanjutkan rangkaian kegiatan dengan penanaman pohon bersama di kawasan White House Kebun Raya UP.

Penanaman pohon dipimpin oleh Rektor UP, Prof. Dr. Amir Luthfi, bersama para pakar dan delegasi internasional yang mengikuti simposium.

Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Selain itu, penanaman pohon memperkuat pesan bahwa upaya konservasi membutuhkan kerja sama lintas negara, pertukaran pengetahuan, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui pengembangan kawasan, pelengkapan koleksi tumbuhan, serta penguatan kemitraan dengan BRIN dan komunitas konservasi internasional, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai berharap Kebun Raya UP dapat tumbuh menjadi pusat konservasi, pendidikan, dan penelitian keanekaragaman hayati yang membanggakan Kabupaten Kampar sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan di tingkat nasional dan internasional.(Ilh)